Tiga Hari BBM Langka di Tabanan, Warga Antre hingga 9 Jam demi 3 Liter

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:09 WIB
Antrean BBM yang masih mengular di SPBU Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri Tabanan.(Foto Juliadi)
Antrean BBM yang masih mengular di SPBU Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri Tabanan.(Foto Juliadi)

Stok Diklaim Aman, Faktanya Pertamax Kosong dan Antrean Mengular hingga 1 Kilometer

Radarbadung.jawapos.com– Memasuki hari ketiga, warga Tabanan masih kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite dan Pertamax.

Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terus mengular hingga 700 meter sampai lebih dari 1 kilometer.

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Gubernur Bali bersama Pertamina yang sebelumnya menyebut pasokan BBM di Bali dalam kondisi aman.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan warga masih harus mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan 2-3 liter BBM.

Ironisnya, untuk mendapatkan 3 liter BBM, warga bahkan harus menghabiskan waktu hingga 5-9 jam dalam antrean.

Kondisi ini dikeluhkan sejumlah warga yang setiap hari membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas mereka.

Salah satunya Dewi Puspa, 45, warga Penyalin, Kerambitan, Tabanan.

Ia mengaku harus mengantre dari Jalan Pulau Nias hingga menuju SPBU Pesiapan di Jalan Pulau Batam, Desa Dauh Peken, Tabanan.

Jarak antrean yang mencapai sekitar 1 kilometer membuatnya harus bersabar berjam-jam di tengah cuaca panas.

“Sekitar lima jam lebih saya antre untuk mendapatkan 3 liter BBM jenis Pertalite,” keluhnya.

Dewi mengaku terpaksa bertahan dalam antrean karena BBM sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Selain untuk kendaraan yang digunakan bekerja, BBM tersebut juga diperlukan untuk mengantar dan menjemput anak sekolah serta berbagai keperluan lainnya.

“Katanya stok aman, tetapi di lapangan warga harus antre berjam-jam. Bahkan, suami saya antre sampai sembilan jam di SPBU Jalan Bypass Ir. Soekarno, Tabanan,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina segera mencari solusi agar pasokan BBM kembali normal.

Menurutnya, persoalan ini tidak hanya menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi barang dan kebutuhan pokok.

Jika kondisi tersebut terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga kebutuhan pokok ikut terdampak akibat tersendatnya distribusi.

“Tidak hanya itu, kondisi ini membuat masyarakat stres karena setiap hari harus antre BBM,” keluhnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di SPBU Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, antrean kendaraan tampak mengular hingga menuju kawasan Perumahan Bukit Sanggulan Indah (BSI).

Panjang antrean diperkirakan mencapai sekitar 1 kilometer.

Kondisi semakin memprihatinkan karena stok Pertamax di SPBU tersebut kosong hingga pukul 12.00 Wita.

Saat itu, BBM yang masih tersedia hanya jenis Pertalite.

Ni Wayan Asih, warga Banjar Dinas Pemenang, Desa Banjar Anyar, mengaku sudah mengantre sejak pukul 06.00 Wita, setelah mengantarkan anaknya ke sekolah.

Namun, ia baru mendapatkan BBM sekitar pukul 12.00 Wita.

Lamanya antrean juga berdampak pada kondisi lalu lintas di sekitar SPBU yang semakin padat.

“Tidak antre, tidak dapat BBM. Mau tidak mau harus ikut antre bersama warga lainnya,” ucapnya.

Asih mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan BBM di Bali.

Ia mempertanyakan pernyataan pejabat yang menyebut pasokan aman, sementara masyarakat di lapangan masih kesulitan mendapatkan BBM.

“Sudah tidak bisa dipercaya omongan pejabat sekarang, karena yang benar bagi mereka belum tentu benar bagi kami masyarakat,” tuturnya.

Sebagai masyarakat kecil, ia hanya berharap kondisi segera kembali normal sehingga warga tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

“Pokoknya kami mau normal kembali. Entah apa solusinya, hanya mereka sebagai pejabat yang tahu karena mereka yang memiliki kewenangan,” pungkasnya.

Polisi Imbau Warga Tertib Mengantre

Di sisi lain, Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menyikapi meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi di tengah keterbatasan pasokan BBM.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang, sabar, dan tertib saat mengantre.

Warga juga diminta tidak menyerobot antrean maupun memarkir kendaraan sembarangan hingga menghambat akses jalan.

“Pengendara kendaraan kami harap mematuhi arahan petugas kepolisian dan petugas SPBU agar antrean tetap teratur dan tidak menimbulkan kemacetan,” ungkapnya.

Selain menjaga ketertiban, pihaknya mengingatkan masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kepanikan atau panic buying.

“Kami mengajak seluruh pengendara untuk mengedepankan kesabaran, saling menghormati, dan tidak mudah terpancing emosi. Kesadaran bersama menjadi kunci untuk mencegah kemacetan dan meminimalkan risiko kecelakaan di sekitar SPBU,” pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
krisis bbm pertamina spbu bbm langka Polres Tabanan