Radarbadung.jawapos.com – Perjuangan warga Bali untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) semakin berat.
Antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bahkan sejak tengah malam hingga pagi hari.
Warga rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan beberapa liter bensin agar bisa kembali beraktivitas.
Berdasarkan pantauan di kawasan Pasar Kreneng, Kelurahan Dangin Puri Kangin, Denpasar Timur, antrean kendaraan terlihat berlangsung sejak malam hingga pagi hari.
Kondisi serupa terjadi di SPBU kawasan Jalan Sunset Road, Kecamatan Kuta, Badung.
Di SPBU tersebut, sejumlah warga bahkan sudah mengantre sejak pukul 03.00.
Mereka harus menunggu hingga sekitar 2,5 jam demi mendapatkan empat liter bensin.
Ironisnya, pelayanan pengisian BBM untuk sepeda motor dan mobil hanya menggunakan masing-masing satu nosel.
Kelangkaan BBM yang telah berlangsung selama empat hari ini membuat warga harus mengorbankan waktu istirahat.
Tak sedikit yang bertahan di tengah antrean sejak dini hari, bahkan ketika stok BBM di SPBU belum tersedia.
Perjuangan serupa dialami Kusuma, warga Denpasar.
Ia mulai mengantre di SPBU Jalan Hayam Wuruk sejak pukul 07.00 dan baru mendapatkan giliran sekitar pukul 12.00.
Artinya, ia menghabiskan waktu sekitar lima jam demi memperoleh 4,5 liter bensin.
Lamanya waktu mengantre membuat Kusuma tidak sempat sarapan di rumah.
Beruntung, sang istri membawakan makanan sehingga ia bisa menyantap sarapan di tengah antrean.
“Syukur dibawakan amunisi sarapan nasi goreng untuk antre. Awalnya dapat posisi jauh dari Pertamina, jaraknya mungkin 750 meter,” kata Kusuma.
Panjangnya antrean juga membuat sejumlah SPBU memberlakukan pembatasan pembelian BBM.
Menurut Kusuma, pembelian untuk kendaraan roda dua dibatasi maksimal Rp100 ribu, sedangkan kendaraan roda empat maksimal Rp200 ribu.
“Saya beli full tank sekitar 4,5 liter,” ujarnya.
Pengalaman serupa dialami Antari, warga Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung.
Ia rela bangun lebih awal untuk mengantre sejak pukul 04.15, meskipun SPBU tempatnya membeli BBM belum beroperasi.
SPBU tersebut baru mulai buka pukul 06.00.
Setelah menunggu lebih dari satu jam sejak pelayanan dimulai, Antari akhirnya mendapatkan bensin pada pukul 07.20.
Secara keseluruhan, ia menghabiskan waktu sekitar tiga jam untuk mendapatkan BBM.
“Antre mulai 04.15 dan POM baru buka pukul 06.00 pagi. Tidak ada batasan beli asal belinya tidak pakai botol,” kata Antari.
Panjang dan lamanya antrean BBM membuat warga harus mengatur ulang aktivitas harian mereka.
Bagi sebagian warga, mendapatkan bensin kini bukan lagi perkara singgah sebentar di SPBU, melainkan membutuhkan waktu berjam-jam, bahkan harus dimulai sejak dini hari.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung