Urai Antrean BBM, Pertamina Jual Pertalite Tiga Liter Pakai Jeriken

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 18:01 WIB
Pengendara sepeda motor membeli Pertalite menggunakan jeriken di Jalan Tukad Jinah, sebelah SPBU Jalan Raya Puputan, Denpasar, Jumat (16/10) siang.(Foto Ni Kadek Novi Febriani)
Pengendara sepeda motor membeli Pertalite menggunakan jeriken di Jalan Tukad Jinah, sebelah SPBU Jalan Raya Puputan, Denpasar, Jumat (16/10) siang.(Foto Ni Kadek Novi Febriani)

Radarbadung.jawapos.com– Berbagai upaya dilakukan untuk mengurai antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar dan Badung.

Salah satunya melalui penjualan Pertalite menggunakan jeriken yang langsung dituang ke tangki sepeda motor pembeli.

Penjualan tersebut terlihat di Jalan Tukad Jinah, tepat di sebelah SPBU 54.801.15 Jalan Raya Puputan, Denpasar, Jumat (16/10).

Layanan yang berlangsung sejak pagi hingga sore itu disambut pengendara sepeda motor yang ingin mendapatkan BBM tanpa harus mengantre berjam-jam di SPBU.

Di lokasi tersebut, dua mobil pikap mengangkut total 355 jeriken berisi Pertalite.

Masing-masing jeriken berisi tiga liter dan penjualannya dikhususkan bagi kendaraan roda dua. 

Sejumlah personel Satpol PP dan kepolisian turut membantu kelancaran proses penjualan serta pengisian BBM dari jeriken ke tangki sepeda motor.

Agen resmi Pertamina, Irwanto, mengatakan pihaknya membawa 355 jeriken yang diangkut menggunakan dua mobil pikap.

Satu mobil membawa 160 jeriken, sedangkan mobil lainnya mengangkut 195 jeriken.

Menurut Irwanto, penjualan Pertalite menggunakan jeriken tersebut dilakukan di sembilan hingga sebelas titik di wilayah Denpasar dan Badung.

Langkah ini bertujuan mengurangi kepadatan antrean di SPBU sekaligus mencegah kemacetan lalu lintas di sekitarnya.

“Tujuannya untuk membantu antrean panjang. Supaya juga satu sisi kemacetan tidak terbebani sampai parah,” kata Irwanto saat ditemui di lokasi.

Titik penjualan dipilih di kawasan SPBU yang mengalami kepadatan antrean, di antaranya SPBU dekat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Hayam Wuruk.

Dalam mekanisme penjualan tersebut, BBM dari jeriken wajib dituangkan langsung oleh petugas ke tangki kendaraan pembeli.

Selain mempermudah pengendara, terutama pengguna sepeda motor, cara ini juga diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan dan penimbunan BBM.

Irwanto menyebut pengguna sepeda motor menjadi sasaran utama karena jumlahnya lebih banyak dibandingkan kendaraan roda empat.

Layanan tersebut juga diharapkan membantu masyarakat yang membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Rata-rata ada ibu rumah tangga, maka dikirim untuk membantu mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan, penjualan Pertalite menggunakan jeriken akan terus dilakukan selama antrean panjang di SPBU masih terjadi.

Pelaksanaannya akan menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan hingga pelayanan BBM kembali normal.

“Selama masih ada ini, ya. Kami lihat situasi dan kondisi,” terangnya.

Salah seorang pembeli, I Komang Sudarmaja, mengaku terbantu dengan adanya penjualan Pertalite menggunakan jeriken tersebut.

Ia membeli tiga liter Pertalite dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit, jauh lebih singkat dibandingkan jika harus mengantre di SPBU.

Sudarmaja mengetahui informasi penjualan itu secara kebetulan saat melintas di Jalan Raya Puputan, Denpasar.

Ia mengaku pernah mengantre hingga tiga jam di SPBU kawasan Bypass Ida Bagus Mantra untuk mendapatkan BBM.

“Paling lama antre di SPBU di Bypass Ida Bagus Mantra selama tiga jam. Ini baru tiga kali isi bensin selama krisis,” ungkapnya.

Penjualan Pertalite menggunakan jeriken menjadi salah satu upaya alternatif untuk membantu masyarakat mendapatkan BBM di tengah antrean yang masih terjadi di sejumlah SPBU di Denpasar dan Badung.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
krisis bbm pertamina pertalite spbu bbm langka