Antrean Gilimanuk Tembus 6 Kilometer, Gapiba Desak Solusi Permanen

Muhammad Basir • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 05:58 WIB
Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk pada Sabtu malam. Sementara ekor antrean hingga hutan Cekik.(Foto M.Basir)
Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk pada Sabtu malam. Sementara ekor antrean hingga hutan Cekik.(Foto M.Basir)

Radarbadung.jawapos.com – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk kembali mengular hingga kawasan Hutan Cekik pada Sabtu (17/10) malam.

Kemacetan di jalur Denpasar–Gilimanuk itu mencapai sekitar enam kilometer. 

Hingga Minggu (18/10) siang, antrean mulai berkurang, tetapi belum sepenuhnya terurai.

Kondisi ini menambah panjang daftar kemacetan yang berulang di pintu masuk dan keluar Bali.

Penumpukan kendaraan tidak hanya menghambat kelancaran lalu lintas, tetapi juga membuat akses menuju pelabuhan semakin semrawut.

Gerakan Aliansi Pengemudi Bali (Gapiba) menilai, persoalan antrean yang terus berulang tidak cukup ditangani dengan mengatur arus kendaraan saat kemacetan terjadi.

Pembenahan infrastruktur di luar kawasan pelabuhan, terutama akses jalan dan Terminal Manuver Gilimanuk, dinilai menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gapiba Sugihartoyo mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan antrean di Gilimanuk serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk pihak terkait di Jawa Timur.

Koordinasi tersebut diperlukan agar persoalan kemacetan di lintasan Gilimanuk–Ketapang tidak terus berulang tanpa penyelesaian menyeluruh.

Menurut Sugihartoyo, dampak kemacetan kini semakin meluas.

Pengemudi angkutan barang harus menghadapi waktu tunggu panjang yang berpotensi menghambat distribusi logistik. 

Sementara itu, perjalanan wisatawan yang masuk maupun keluar Bali juga berisiko terganggu.

”Dampaknya sudah menjadi perhatian lebih luas. Kami tidak ingin citra Bali tercoreng karena persoalan yang semestinya bisa diselesaikan bersama,” ujar Sugihartoyo.

Gapiba mendesak pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, PT ASDP Indonesia Ferry, serta para pemangku kepentingan terkait untuk menyamakan langkah dalam membenahi persoalan tersebut.

Menurut Gapiba, penanganan kemacetan perlu diarahkan pada solusi jangka panjang, bukan sekadar mengurai antrean ketika kendaraan telanjur mengular.

”Kami melakukan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sopir dan seluruh pemangku kepentingan di lintasan Gilimanuk–Ketapang. Kami ingin citra Bali tetap baik, baik di mata nasional maupun internasional,” tegasnya.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
antrean kendaraan mengular Ketapang hutan cekik pelabuhan gilimanuk Jalan Denpasar - Gilimanuk