Usai Apel Perdana, Kapolda Bali Turun ke Jalan, Soroti BBM hingga Narkoba

Andre Sulla • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 15:54 WIB
Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., menunjukkan langsung pendekatan pelayanan kepada masyarakat seusai memimpin apel perdana di halaman Mapolda Bali, Senin (19/10) pagi. (Foto Adrian Suwanto)
Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., menunjukkan langsung pendekatan pelayanan kepada masyarakat seusai memimpin apel perdana di halaman Mapolda Bali, Senin (19/10) pagi. (Foto Adrian Suwanto)

Radarbadung.jawapos.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., menunjukkan langsung pendekatan pelayanan kepada masyarakat seusai memimpin apel perdana di halaman Mapolda Bali, Senin (19/10) pagi.

Tak hanya memberikan arahan kepada jajarannya, Pasma Royce turun langsung mengatur arus lalu lintas di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Sumerta Kelod, Denpasar Timur.

Aksi tersebut menjadi salah satu gambaran penekanan awal Pasma Royce dalam menjalankan tugas sebagai orang nomor satu di Polda Bali.

Ia menegaskan, pelayanan kepolisian tidak cukup diwujudkan melalui instruksi dan kebijakan, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam apel yang dimulai sekitar pukul 07.30 Wita itu, Pasma Royce menyampaikan sejumlah arahan strategis.

Mulai dari menjaga kepercayaan publik, memperkuat integritas personel, mengawal distribusi bahan bakar minyak (BBM), hingga memberantas peredaran gelap narkotika sampai ke jaringan utamanya.

Pasma Royce mengawali arahannya dengan mengapresiasi dedikasi, loyalitas, dan kinerja seluruh personel Polda Bali.

Ia menilai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bali secara umum masih aman dan kondusif berkat kerja keras seluruh jajaran.

Meski demikian, ia meminta personel tidak berpuas diri.

Capaian yang telah diraih harus dipertahankan, sedangkan kekurangan dalam pelaksanaan tugas perlu dievaluasi dan diperbaiki.

“Capaian yang sudah baik agar dijaga dan dilanjutkan, sedangkan yang masih kurang agar diperbaiki. Kita harus terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Pasma Royce, tugas Polri tidak sebatas menjaga keamanan dan ketertiban.

Setiap personel harus mampu menghadirkan negara di tengah masyarakat melalui pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan secara profesional.

Ia menegaskan, kepercayaan publik merupakan modal utama Polri dalam menjalankan tugas.

Karena itu, kepercayaan tersebut harus dijaga melalui tindakan nyata, sikap humanis, ketegasan yang terukur, serta penegakan hukum tanpa pandang bulu.

“Sebagai insan Bhayangkara, tugas kita bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara melalui pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Ingat, kepercayaan publik adalah modal utama Polri,” tegasnya.

Pasma Royce juga mengingatkan bahwa Bali merupakan etalase Indonesia di mata dunia.

Perkembangan situasi di Pulau Dewata berpotensi menjadi perhatian nasional maupun internasional.

Oleh sebab itu, seluruh personel diminta peka terhadap dinamika di lapangan dan mampu mendeteksi potensi gangguan sejak dini.

“Karena itu, saya meminta seluruh personel peka terhadap dinamika di lapangan, mendeteksi potensi gangguan sejak dini, serta mengambil langkah penanganan secara cepat dan tepat,” katanya.

Salah satu perhatian Kapolda Bali adalah ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM.

Ia menyebut antrean di sejumlah wilayah Bali berangsur berkurang dan mulai mendekati kondisi normal.

Pasma Royce mengapresiasi personel yang terlibat dalam pengamanan dan penanganan antrean BBM.

Namun, ia meminta pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terkendali, stok tersedia, dan distribusi dari depo hingga SPBU berjalan lancar.

“Jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga. Pertahankan situasi yang sudah membaik, lakukan pemantauan secara berkelanjutan, dan pastikan distribusi BBM berjalan lancar. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait harus terus diperkuat,” pesannya.

Di bidang pemberantasan narkotika, Pasma Royce meminta jajarannya tidak hanya menindak pelaku di tingkat bawah.

Setiap pengungkapan kasus harus dikembangkan untuk membongkar jaringan yang lebih besar, termasuk mengungkap bandar utama di balik peredaran narkoba.

Ia juga menegaskan tidak boleh ada ruang bagi penyalahgunaan kewenangan, praktik ilegal, keterlibatan anggota dalam jaringan narkoba, maupun pelanggaran disiplin di lingkungan Polri.

“Integritas adalah harga mati. Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan kewenangan, praktik ilegal, narkoba, dan pelanggaran disiplin,” tegasnya.

Untuk memperkuat profesionalisme, Kapolda turut menekankan penerapan prinsip reward and punishment.

Personel yang berprestasi, berdedikasi, inovatif, dan menunjukkan kinerja positif akan mendapat apresiasi.

Sebaliknya, anggota yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Penekanan mengenai pentingnya pelayanan langsung kepada masyarakat itu kemudian diwujudkan seusai apel.

Pasma Royce turun ke Jalan Nusa Indah, Denpasar Timur, untuk membantu mengatur arus kendaraan sekaligus memantau kondisi lalu lintas, terutama pada jam rawan kemacetan.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., membenarkan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran Kapolda di jalan merupakan program Kapolri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”.

“Kehadiran Bapak Kapolda Bali melaksanakan pengaturan lalu lintas di jalan merupakan pengejawantahan dari program Kapolri, yaitu Polisi Bersama Masyarakat,” kata Kabid Humas, Kombes Ariasandy.

Ia menjelaskan, tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan manfaat pelayanan kepolisian dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Bali mendorong seluruh personel agar semakin peka terhadap situasi di lapangan, mengedepankan pendekatan humanis, serta memberikan pelayanan secara profesional dan responsif.

Kehadiran Kapolda di jalan raya sekaligus menjadi penegasan bahwa pelayanan publik merupakan bagian penting dari tugas kepolisian.

Personel diharapkan tidak hanya menjalankan instruksi saat apel, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, termasuk menjaga kelancaran dan ketertiban lalu lintas di Pulau Dewata.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
Irjen Pol. Dr. Pasma Royce narkoba bbm langka polda bali kapolda bali