Niat Temui Pacar di Bali, Remaja Perempuan dari Bekasi Terkendala Ongkos Pulang

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:48 WIB
Petugas kepolisian mendatangi rumah pelapor untuk mengklarifikasi keberadaan IM di rumah pacarnya di Lingkungan Jasri Kelod, Kelurahan Subagan, Minggu malam lalu. (Istimewa)
Petugas kepolisian mendatangi rumah pelapor untuk mengklarifikasi keberadaan IM di rumah pacarnya di Lingkungan Jasri Kelod, Kelurahan Subagan, Minggu malam lalu. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Niat hati bertemu kekasih di Bali, seorang remaja perempuan berinisial IM, 17, asal Bekasi, Jawa Barat, justru menghadapi persoalan setelah tiba di Karangasem.

Kedatangannya yang semula untuk menemui pacar dan mencari pekerjaan berujung pada keterlibatan polisi lantaran orang tua sang pacar keberatan dengan keberadaannya di rumah.

Informasi yang dihimpun, IM berangkat ke Bali dari kampung halamannya di Bekasi atas keinginannya sendiri.

Setibanya di Terminal Ubung, Denpasar, dia dijemput oleh kekasihnya yang berasal dari Lingkungan Jasri Kelod, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem.

Selanjutnya, IM dibawa ke rumah sang pacar.

Persoalan muncul pada Minggu (18/10) malam sekitar pukul 22.30.

Orang tua pemuda tersebut merasa keberatan dengan keberadaan IM di rumah mereka.

Mengingat IM masih berusia di bawah umur, mereka khawatir situasi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Orang tua sang pacar kemudian melaporkan kejadian itu melalui layanan call center 110 kepolisian.

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, petugas mendatangi rumah yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi dan meminta keterangan.

Kasi Humas Polres Karangasem Ipda I Nengah Artono, saat dikonfirmasi Senin (19/10), membenarkan adanya tindak lanjut atas pengaduan masyarakat tersebut.

Berdasarkan hasil klarifikasi, IM mengaku datang ke Bali bukan hanya untuk menemui pacarnya, tetapi juga untuk mencari pekerjaan.

Dia menyatakan bersedia kembali ke Bekasi, namun terkendala biaya perjalanan.

“Mau dia balik pulang, tapi terkendala ongkos pulang,” kata Artono.

Kepada petugas, IM juga mengaku tidak menyimpan nomor telepon keluarga maupun kerabat dekat yang bisa dihubungi untuk membantu kepulangannya.

Dalam kondisi tersebut, IM meminta bantuan petugas agar diantar ke kantor Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Artono mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar remaja tersebut memperoleh pendampingan sesuai prosedur.

“Sudah kami koordinasikan dengan dinas terkait untuk memperoleh pendampingan sesuai prosedur,” ujarnya.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
remaja bekasi pacar polres karangasem jawa barat