Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Catat! Ini 4 Motif Batik yang Cocok untuk Acara Formal, Nomor 2 Patut Dicoba di Perayaan Hari Batik Nasional

Dianisa Damayanti • Jumat, 3 Oktober 2025 | 22:05 WIB
Koleksi motif batik tradisional dengan corak khas nusantara untuk Perayaan Hari Batik Nasional.
Koleksi motif batik tradisional dengan corak khas nusantara untuk Perayaan Hari Batik Nasional.

Radarbadung.jawapos.com- Batik sejak lama bukan hanya sekadar kain bercorak, melainkan identitas budaya bangsa.

Pada 2 Oktober 2009, UNESCO resmi menetapkan batik sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Sejak itu, setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional, mendorong masyarakat untuk lebih mencintai dan mengenakan batik, khususnya dalam berbagai acara formal.

Namun, memilih motif batik untuk acara resmi kadang membuat bingung.

Agar penampilan tidak monoton, berikut empat rekomendasi motif batik yang bisa kamu kenakan.

Siap-siap tampil lebih berwibawa, anggun, sekaligus tetap berakar pada tradisi.

Batik Kawung

Motif Batik Kawung dengan pola lingkaran mirip buah kolang-kaling. Motif Kawung dikenal sebagai salah satu yang paling klasik.

Polanya berbentuk lingkaran mirip buah kolang-kaling, tersusun simetris dan rapi. Filosofinya melambangkan kesucian, keadilan, serta pengendalian diri.

Untuk acara formal, batik Kawung memberikan kesan elegan dan penuh wibawa, cocok dipakai dalam rapat penting, resepsi, maupun upacara kenegaraan.

Batik Pekalongan

Motif Batik Pekalongan atau sering disebut Batik Tujuh Rupa, menampilkan kekayaan flora dan fauna dengan warna cerah khas pesisir.

Motif Pekalongan terkenal dengan warna cerah dan ragam hias flora-fauna yang indah.

Motif ini sangat cocok dikenakan saat perayaan Hari Batik Nasional, karena memberikan nuansa berbeda dari batik formal biasanya.

Batik ini menjadi simbol kreativitas masyarakat pesisir yang terbuka pada pengaruh budaya luar.

Untuk acara formal, batik Pekalongan bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin tampil lebih segar, penuh warna, tapi tetap sopan dan menghormati tradisi

Batik Mega Mendung

Motif Batik Mega Mendung khas Cirebon dengan corak awan berlapis dalam berbagai warna. 

Berasal dari Cirebon, motif ini menampilkan bentuk awan berlapis dengan warna cerah yang khas.

Mega Mendung melambangkan keteduhan, kesabaran, dan sikap lapang dada. Warna-warnanya yang berani membuatmu tetap anggun, tapi tidak kaku.

Batik Parang

Motif Batik Parang dengan pola diagonal khas Jawa yang melambangkan kekuatan dengan coraknya yang tegas. Parang merupakan salah satu motif tertua di Nusantara.

Pola miring berbentuk huruf “S” menyerupai ombak atau tebing menggambarkan kekuatan, keberanian, dan kesinambungan hidup.

Batik Parang sering digunakan kalangan bangsawan pada masa lalu, sehingga kesan berkelas dan berwibawa langsung terasa saat dikenakan di acara resmi maupun seremoni penting.***

 

RENDAH: Realisasi APBD Bojonegoro 2025 masih rendah, di angka 38,19 persen per 30 September. Termasuk dalam 20 kabupaten/kota dengan serapan APBD yang rendah secara nasional.
RENDAH: Realisasi APBD Bojonegoro 2025 masih rendah, di angka 38,19 persen per 30 September. Termasuk dalam 20 kabupaten/kota dengan serapan APBD yang rendah secara nasional.
Visual Dosen Mengajar
Visual Dosen Mengajar
AWAN PANAS GUGURAN: Hujan abi dirasakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman.
AWAN PANAS GUGURAN: Hujan abi dirasakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman.
Editor : Donny Tabelak
#batik #hari batik nasional #unesco #budaya #pekalongan