Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Harga Emas Semakin Meroket Bikin Panas Dingin Calon Pengantin, MPU Aceh: Mahar Bukan Soal Emas tapi Ketulusan

Rizki Maulizar • Senin, 20 Oktober 2025 | 18:30 WIB
Penjual emas di seputaran Pasar Aceh, Banda Aceh.
Penjual emas di seputaran Pasar Aceh, Banda Aceh.
 
 
Radarbadung.jawapos.com- Wakil Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H. Muhibbuththabary mengingatkan kembali hakikat pernikahan dalam Islam di tengah harga emas yang semakin meroket dan membuat calon pengantin muda panas dingin.
 
Ia mengatakan pernikahan sejatinya merupakan ikatan suci antara suami dan istri untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
 
Menurutnya, salah satu bentuk kesungguhan seorang laki-laki dalam pernikahan ditandai dengan kesanggupan memberikan mahar (shadaq) kepada calon istrinya. 
 
Hal ini berpatokan pada firman Allah SWT dalam surah An-Nisa’ ayat 4 yang menegaskan pentingnya pemberian mahar kepada perempuan sebagai tanda penghormatan.
 
“Islam tidak membatasi bentuk mahar hanya dengan emas. Mahar bisa berupa apa pun sebagai penghargaan terhadap kemuliaan perempuan,” kata Tgk Muhibbuththabary, Senin (20/10/2025).
 
Baca Juga: Dari Kematian Tragis Mahasiswa Universitas Udayana, Sudah Meninggal Pun Masih Diolok-olok Sesama Mahasiswa
 
Ia mencontohkan kisah Ummu Sulaim di masa Rasulullah SAW yang dilamar oleh Abu Thalhah. 
 
Awalnya, Ummu Sulaim menolak lamaran itu karena perbedaan keyakinan. Namun setelah Abu Thalhah memeluk Islam, Ummu Sulaim menerima pinangannya dan menjadikan keislaman Abu Thalhah sebagai mahar.
 
“Begitu indahnya ajaran Islam, karena nilai sebuah mahar tidak diukur dari materi, tapi dari ketulusan dan keimanan,” ujarnya. 
 
Lebih lanjut, Tgk Muhibbuththabary juga mengutip sabda Rasulullah SAW dari hadits riwayat ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu. “Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah.”
 
Baca Juga: Heboh, Pelaku Balap Liar Nekat Tutup Jalan Bypas Ida Bagus Mantra di Klungkung
 
Sementara itu, ia menegaskan bahwa adat masyarakat Aceh yang selama ini menggunakan emas sebagai mahar tetap dapat dipertahankan. 
 
Namun, yang perlu diperhatikan bukanlah jumlah atau kuantitasnya, melainkan adanya kerelaan dan saling pengertian antara kedua belah pihak, terutama di tengah naiknya harga emas saat ini.
 
“Prinsipnya, la dharara wa la dhirara yaitu tidak boleh saling memberi mudharat dan memudharatkan. 
 
Jangan sampai mahar menjadi beban, tapi jadikan ia simbol kasih dan tanggung jawab,” tutupnya.***
 
Teatrikal di GYS Denpasar
Teatrikal di GYS Denpasar
 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Editor : Donny Tabelak
#majelis permusyawaratan ulama #pernikahan #mahar #islam #harga emas naik #aceh