Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Cara Unik Atasi Saraf Kejepit, Terapi Selendang di Klungkung Jadi Incaran Pasien hingga Tenaga Medis

Marsellus Nabunome Pampur • Minggu, 10 Mei 2026 | 09:25 WIB
Suasana proses pengobatan menggunakan metode sewek terapi di Banjar Gunung Hyang, Semarapura Kelod Kangin, Klungkung yang selalu ramai dikunjungi pasien. (Foto Marsellus Pampur)
 
Suasana proses pengobatan menggunakan metode sewek terapi di Banjar Gunung Hyang, Semarapura Kelod Kangin, Klungkung yang selalu ramai dikunjungi pasien. (Foto Marsellus Pampur)  

Radarbadung.jawapos.com– Saraf kejepit atau HNP menjadi salah satu penyakit yang sangat menyiksa penderitanya.

Tak sedikit yang memilih pengobatan medis di rumah sakit, namun tidak jarang pula yang mencari alternatif penyembuhan.

Salah satu metode terapi unik yang mulai dilirik adalah Sewek Terapi.

Metode ini menggunakan media selendang untuk memulihkan keluhan saraf terjepit, sakit pinggang, hingga nyeri sendi.

Di Klungkung, praktik pengobatan ini digagas oleh Pasek Juniartha, 40.

Ia merupakan satu-satunya praktisi aktif metode ini di wilayah tersebut yang membuka praktik di Banjar Gunung Hyang, Semarapura Kelod Kangin.

Ditemui di tempat praktiknya, Kamis (7/5), Juniartha menjelaskan keunikan metode ini.

Kata "sewek" sendiri memiliki arti selendang.

Berbeda dengan terapi pijat konvensional yang terkadang terasa sakit bagi penderita saraf kejepit, metode ini justru mengandalkan tarikan lembut menggunakan selendang.

“Kalau dipijat langsung seringkali terasa sangat nyeri. Makanya saya gunakan selendang. Secara psikologis, pasien jadi merasa lebih nyaman, otot menjadi rileks, sendi lebih fleksibel, dan lutut pun lebih leluasa digerakkan. Akibatnya, tubuh terasa jauh lebih ringan,” ungkapnya.

Metode ini ia pelajari setelah sebelumnya menderita sakit serupa dan sembuh setelah ditangani oleh seorang praktisi asal Yogyakarta.

Sejak saat itu, ia mendalami ilmu tersebut dan kini ratusan pasien telah ia tangani.

Tak hanya masyarakat umum, pasiennya pun banyak yang berasal dari kalangan tenaga medis.

Alasan utamanya sederhana: biaya terapi terjangkau, proses sederhana, namun hasilnya dirasakan cukup maksimal.

Dalam proses penyembuhan, Juniartha juga melengkapinya dengan pengobatan tradisional lain, yakni mengoleskan minyak Varas serta menganjurkan pemakaian boreh.

Menurutnya, penderita saraf kejepit umumnya memiliki suhu kulit yang lebih dingin dan sirkulasi darah yang kurang lancar, sehingga perawatan luar seperti ini sangat membantu.

Selain terapi fisik, Juniartha juga memberikan edukasi pola hidup sehat. Ia menyarankan para penderita saraf kejepit untuk menghindari konsumsi daging merah dan minuman dingin atau es.

Menurut pengamatannya, kedua jenis makanan dan minuman tersebut berpotensi membuat darah menjadi lebih kental dan memperberat kondisi penyakit.

“Orang yang mengalami saraf kejepit wajib rajin menggerakkan tubuh dan menjaga kebugaran. Selain itu, hindari makanan terlarang seperti daging merah. Karena kebanyakan kasus saraf kejepit saat ini dipicu faktor usia dan gaya hidup, di mana sendi-sendi tubuh jarang dirawat atau digerakkan secara rutin,” pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#kesehatan #pijat #terapis #klungkung