Radarbadung.jawapos.com– Selain risiko kecelakaan, ada bahaya lain yang sering luput dari perhatian pengendara sepeda motor saat cuaca sedang panas terik, yakni serangan panas atau heatstroke.
Kondisi ini bukan sekadar rasa tidak nyaman, tetapi sangat berbahaya.
Paparan suhu tinggi dalam waktu lama bisa membuat konsentrasi menurun drastis, hingga menyebabkan hilangnya kesadaran saat sedang mengendarai kendaraan di jalan raya.
Menyikapi kondisi cuaca yang belakangan semakin panas, Astra Motor Bali melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, membagikan panduan praktis bagi para pengguna jalan.
Tujuannya agar tubuh pengendara tetap bugar, terhidrasi dengan baik, dan terhindar dari dampak buruk akibat paparan panas berlebih selama di perjalanan.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, menjelaskan bahwa cara berkendara saat suhu udara tinggi memerlukan persiapan yang berbeda dibandingkan cuaca biasa.
Menurutnya, keselamatan di jalan tidak hanya soal kemampuan mengendalikan motor, tetapi juga bagaimana pengendara menjaga kondisi fisiknya agar tahan menghadapi lingkungan.
“Kami ingin memastikan setiap pengendara paham betul cara melindungi diri sendiri. Lewat semangat #Cari_Aman, kami ingin menegaskan bahwa keselamatan itu juga berarti menjaga diri dari bahaya panas ekstrem. Jadi, pengendara tetap bisa fokus dan selamat sampai ke tujuan,” ujar Yosept saat ditemui, Sabtu (16/5).
Berikut adalah delapan langkah utama yang disusun Astra Motor Bali agar terhindar dari ancaman heatstroke di tengah perjalanan:
1. Atur Waktu Berangkat
Hindari berkendara saat matahari sedang terik-teriknya, yaitu antara pukul 11.00 hingga 15.00 WITA.
Jika urusan belum mendesak, lebih baik berangkat lebih pagi atau menjelang sore.
Pada jam-jam tersebut, suhu udara cenderung lebih rendah dan lebih nyaman bagi tubuh.
2. Pilih Perlengkapan yang Pas dan Berudara Baik
Tetap gunakan perlengkapan lengkap demi keselamatan, tapi pastikan nyaman.
Pilih helm yang memiliki saluran ventilasi udara berfungsi baik agar sirkulasi udara lancar ke kepala.
Untuk jaket, pilih yang berbahan jaring atau kain tipis.
Bahan ini membiarkan udara masuk, jadi kulit tetap terlindungi tapi panas tidak terperangkap di dalam baju.
3. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Dehidrasi atau kurang cairan adalah penyebab utama tubuh cepat lelah dan terkena heatstroke.
Jangan menunggu haus baru minum. Pastikan tubuh sudah cukup minum sebelum berangkat.
Kalau perjalanan jauh, buat jadwal minum air setiap 30 sampai 60 menit sekali agar cairan tubuh selalu terjaga.
4. Gunakan Trik Pendinginan Sederhana
Ada cara mudah untuk mendinginkan badan. Bisa gunakan handuk dingin (cooling towel) yang dikalungkan di leher.
Cara lain, semprotkan sedikit air ke bagian luar jaket.
Saat air menguap, panas tubuh akan terserap otomatis dan memberi rasa sejuk seketika.
5. Jangan Lupa Istirahat Berkala
Terpapar panas terus-menerus bikin tubuh cepat lemas.
Jangan dipaksakan. Secara rutin menepilah ke tempat yang teduh untuk beristirahat sejenak.
Ini berguna untuk menurunkan suhu tubuh sebelum melanjutkan perjalanan kembali.
6. Atur Pola Makan Sebelum Jalan
Sebaiknya hindari makan porsi besar atau makanan berat sebelum berkendara.
Pencernaan yang bekerja keras justru bisa menaikkan suhu tubuh.
Selain itu, kurangi minuman beralkohol atau yang mengandung kafein tinggi, karena jenis minuman ini bikin cairan tubuh cepat habis alias memicu dehidrasi.
7. Wajib Pakai Pelindung Kulit (Sunscreen)
Sinar matahari terik membawa sinar ultraviolet yang merusak kulit dan bikin kulit terbakar (sunburn).
Kalau kulit sampai terbakar, tubuh jadi susah mengatur suhu dan cairan makin cepat hilang.
Makanya, gunakan tabir surya atau sunscreen sebagai perlindungan tambahan di kulit yang terbuka.
8. Kenali Tanda Bahaya Sejak Awal
Pengendara harus peka terhadap sinyal tubuh.
Kalau mulai terasa pusing berdenyut, mual, atau justru berhenti berkeringat padahal cuaca panas, itu tanda bahaya.
Kulit yang terasa sangat panas dan kering juga gejala serangan panas.
Kalau rasakan itu semua, segera cari tempat teduh, minum air, dan dinginkan tubuh sebelum kondisinya makin parah.***
Editor : Donny Tabelak