Anjasmara Pimpin Yoga Massal di Puputan Badung, Perkuat Spiritual dan Budaya Hindu Nusantara

Adrian Suwanto • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:59 WIB
Pelaksanaan yoga massal pada Festival Gerbang Nusantara yang digelar Puskor Hindunesia, dipandu langsung oleh praktisi yoga sekaligus artis Anjasmara di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. (Foto Adrian Suwanto)
Pelaksanaan yoga massal pada Festival Gerbang Nusantara yang digelar Puskor Hindunesia, dipandu langsung oleh praktisi yoga sekaligus artis Anjasmara di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. (Foto Adrian Suwanto)

Radarbadung.jawapos.com– Sebanyak 1.500 peserta dari berbagai kabupaten se-Bali memadati Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Minggu (19/7), untuk mengikuti kegiatan yoga massal.

Acara ini merupakan salah satu rangkaian Festival Gerbang Nusantara 2026 yang diselenggarakan Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia).

Kegiatan ini dihadiri sekaligus dipandu langsung oleh praktisi yoga dan artis nasional, Anjasmara Prasetya.

Ia memimpin peserta menjalani serangkaian gerakan mulai dari doa pembuka, Surya Namaskar, hingga berbagai asana yoga.

Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (Dekornas) Puskor Hindunesia, Ida Bagus Ketut Susena, menjelaskan yoga massal ini mewujudkan visi festival yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, melainkan juga penguatan spiritual masyarakat.

“Kehadiran Anjasmara merupakan bentuk ngayah atas undangan kami. Melalui yoga, kami ingin memperkenalkan warisan spiritual Hindu yang bermanfaat menyeimbangkan pikiran, tubuh, dan jiwa,” ujar Susena.

Ia berharap yoga semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan yang dilestarikan bersama.

Melihat antusiasme tinggi, Puskor Hindunesia berencana menjadikan yoga massal sebagai agenda rutin tahunan dalam Festival Gerbang Nusantara.

Festival Gerbang Nusantara 2026 berlangsung 17–19 Juli berpusat di Inna Bali Heritage Hotel dengan tema “Bangga, Bangkit, Bangun Dharma Nusantara”, ditargetkan dikunjungi lebih dari 10.000 orang.

Susena menambahkan festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan gerakan pemberdayaan yang merangkum budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga sosial kemanusiaan.

“Kami ingin menjadikan Bali etalase Hindu Nusantara sekaligus laboratorium hidup Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Tahun ini tersaji sekitar 30 kegiatan unggulan: parade ngelawar, diskusi subak, dharma wacana, workshop banten, layanan pengobatan tradisional Usadha Bali, pameran UMKM, serta pertunjukan kesenian dari Bali dan berbagai daerah di Nusantara.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
yoga masal anjasmara Lapangan Puputan Badung seni