Radarbadung.jawapos.com— Memanfaatkan momentum Coinfest Asia 2026, OSL Indonesia, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperkenalkan identitas, visi, dan misi barunya.
Peluncuran digelar di Pantai Melasti, Kuta Selatan, Badung, pada Kamis (20/8) malam.
Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi untuk mempererat sinergi dalam ekosistem aset digital di Indonesia.
Direktur Utama OSL Indonesia, Ivan Arilito, menegaskan peluncuran ini mencerminkan transformasi identitas sekaligus komitmen mendalam untuk membangun platform yang inklusif bagi masyarakat Indonesia.
“Dengan slogan ‘Empowered by Global Compliance,’ OSL Indonesia berpijak pada tiga nilai utama: Global, Compliant, dan Empowering,” ujar Ivan.
Nilai-nilai tersebut melandasi dedikasi menghadirkan layanan aset digital yang didukung kapabilitas internasional, kepatuhan regulasi ketat, serta komitmen pada edukasi dan transparansi bagi seluruh pengguna.
OSL Indonesia terus mengoptimalkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar yang dinamis.
Salah satu fitur unggulan adalah Quick Trade/RFQ, yang memungkinkan eksekusi perdagangan secara cepat dengan akses layanan 24/7.
Selain perdagangan, OSL Indonesia juga melihat potensi besar dari inovasi teknologi seperti tokenisasi aset, yang dapat memperluas utilitas aset digital dalam ekosistem finansial yang lebih luas.
Sebagai bagian dari upaya memberikan pilihan aset digital yang beragam, OSL Indonesia menghadirkan USDGO — aset digital dengan nilai 1:1 terhadap dolar AS, berbasis aset distribusi pada JPMorgan OnChain Liquidity-Token Money Market Fund dan BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund.
“Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang luar biasa. Oleh karena itu, kami berkomitmen membangun kehadiran jangka panjang di sini. Kami meyakini bahwa inovasi berkelanjutan hanya dapat dicapai jika dibangun di atas fondasi kepatuhan, kepercayaan, dan edukasi yang kokoh,” tambah Ivan.
Sejalan dengan hal tersebut, CFO ICEX, Rizky Indraprasto, menyampaikan pentingnya peran platform pertukaran aset digital seperti OSL Indonesia dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan ekosistem aset keuangan digital dalam negeri, mengingat industri aset kripto merupakan salah satu sektor dengan pertumbuhan yang masif di Indonesia.
OSL Indonesia juga mengingatkan bahwa perdagangan dan investasi aset digital memiliki risiko, termasuk fluktuasi harga, risiko kehilangan modal, likuiditas, teknologi, serta perubahan regulasi.
Pengguna diharapkan memahami karakteristik dan risiko, melakukan riset mandiri, serta mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung