Radarbadung.jawapos.com– Akun media sosial Mr.Terimakasih mengunggah video baru berdurasi beberapa menit yang diduga menampilkan Ihor Komarav, 28, warga negara asing (WNA) Ukraina yang sebelumnya dilaporkan hilang usai dugaan penculikan di Bali.
Hingga kini, keberadaan korban masih belum diketahui dengan pasti.
Dalam rekaman yang beredar, sosok yang diyakini sebagai Ihor tampak terbaring di atas tempat tidur dengan tubuh tertutup selimut.
Wajahnya menunjukkan sejumlah tanda cedera, antara lain memar keunguan di sekitar mata kanan, luka lecet, serta bibir pecah dengan bekas darah kering.
Wajahnya juga terlihat bengkak dan kelelahan dengan mata setengah tertutup, meskipun tidak terlihat luka terbuka besar di area tato pada bahunya.
Penyebab pasti luka tersebut belum dapat dipastikan hanya dari visual rekaman.
Kuat dugaan korban saat itu masih dalam penyekapan dan dipaksa membaca pernyataan tertulis yang menuduh dirinya sebagai pelaku penipuan serta pemimpin jaringan scam.
Namun, hasil penelusuran sejumlah jurnalis independen tidak menemukan keterkaitan keluarga korban dengan aktivitas kriminal.
Ayah Ihor diketahui berprofesi sebagai pengembang di Ukraina.
Menurut narasi yang beredar, target utama pelaku sebenarnya adalah rekan korban, Ermak Petrovsky.
Saat peristiwa penculikan terjadi, Ermak disebut telah melawan dengan menusuk salah satu penyerang menggunakan pisau sebelum berhasil melarikan diri.
"Keluarga korban dilaporkan menolak membayar tebusan dan memilih memutus komunikasi dengan pelaku," demikian keterangan sumber petugas yang dikutip.
Sementara itu, pihak kepolisian Polda Bali telah menemukan kendaraan yang diduga digunakan dalam penculikan, yaitu Toyota Alphard warna hitam.
Pemerintah Ukraina juga telah menyampaikan nota diplomatik kepada Presiden Indonesia terkait dugaan kasus penculikan warga negaranya di Bali.
Selain itu, tim intelijen dari kedua negara serta pihak Interpol dilaporkan telah berada di Bali untuk membantu proses pencarian korban dan pelaku, serta melacak jaringan yang diduga terlibat.
Hingga saat ini, kepolisian terus melakukan pendalaman terhadap video yang beredar, termasuk menelusuri akun pengunggah dan memastikan keaslian rekaman.
Aparat juga berkoordinasi erat dengan berbagai pihak untuk mempercepat pengungkapan kasus dan memastikan keselamatan korban.***
Editor : Donny Tabelak