Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Dua Pelaku Penganiayaan WNA yang Tewas di Badung Masih Dicari, Polisi Telusuri CCTV dan Periksa Lima Saksi

I Wayan Widyantara • Rabu, 25 Maret 2026 | 16:56 WIB

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengungkapkan, upaya mengungkap pelaku penikaman WNA Belanda dilakukan dengan memaksimalkan pemeriksaan saksi serta orang-orang terdekat korban.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengungkapkan, upaya mengungkap pelaku penikaman WNA Belanda dilakukan dengan memaksimalkan pemeriksaan saksi serta orang-orang terdekat korban.

Radarbadung.jawapos.com– Kasus penganiayaan berat yang menewaskan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Belanda di Badung pada Rabu (25/3/2026) masih dalam penyelidikan mendalam.

Penyidik Polres Badung tengah memburu dua pelaku yang sudah teridentifikasi jumlahnya, meskipun detail ciri-ciri dan identitas mereka masih dalam proses pendalaman.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengungkapkan, upaya mengungkap pelaku dilakukan dengan memaksimalkan pemeriksaan saksi serta orang-orang terdekat korban.

Hingga saat ini, lima saksi telah diperiksa dan proses tersebut akan terus berlanjut.

Selain itu, tim penyidik juga melakukan penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan jalur terkait.

"Sampai saat ini kami belum menemukan adanya hubungan atau koneksi antara korban dan terduga pelaku, dan hal tersebut masih kami dalami," ujarnya.

Menurut dia, penyidik juga belum dapat menyimpulkan apakah ada permasalahan tertentu yang melibatkan korban dengan pihak lain, serta motif dari penganiayaan tersebut.

Dari data keimigrasian, korban diketahui sudah beberapa kali keluar masuk Bali sebelum menetap sejak tahun 2024 dan memiliki beberapa usaha di daerah tersebut.

Informasi mengenai aktivitas korban beberapa hari terakhir masih belum dapat dijelaskan secara detail, meskipun pihak polisi telah mendapatkan keterangan dari pacar korban.

Terkait dugaan bahwa pelaku adalah WNA atau telah melarikan diri ke luar negeri, Kapolres menyatakan belum dapat memastikannya.

Namun, pihaknya sudah berkoordinasi intensif dengan instansi imigrasi.

Langkah pencekalan juga belum dilakukan karena identitas pelaku belum benar-benar terungkap.

AKBP Purba juga menyebutkan bahwa penggunaan jaket ojek online sebagai penyamaran oleh pelaku kejahatan kini menjadi modus yang semakin sering ditemukan.

"Jaket ojol sangat mudah didapatkan sehingga membuat para pelaku mempergunakannya untuk menghilangkan jejak," jelasnya.

Polisi memastikan pengejaran terhadap kedua pelaku dilakukan secara maksimal dan perkembangan terbaru akan segera disampaikan kepada publik setelah ada kepastian dari penyidik.***

Editor : Donny Tabelak
#polres badung #penikaman #ojol #WNA belanda #penganiayaan berat