6 Pelaku Spesialis Bobol Pura Ditangkap, Ngaku Beraksi di Berbagai Lokasi
I Wayan Widyantara• Rabu, 22 April 2026 | 17:20 WIB
Polisi berhasil menangkap para pelaku pembobol pura di Bali. Keenam pelaku ini merupakan pria asal Probolinggo, Jawa Timur. (Foto Adrian Suwanto)
Radarbadung.jawapos.com– Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan bersama tim gabungan Polresta Denpasar berhasil membongkar jaringan pencurian yang mengincar benda-benda sakral dan perlengkapan upacara di tempat ibadah.
Sebanyak enam pelaku berhasil diamankan dan diakui sebagai spesialis pembobol pura yang beraksi di berbagai wilayah.
Kasi Humas Polresta Denpasar, I Gede Adi Saputra, menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat Nomor LP-B/26/II/2026/SPKT/Polsek Densel pada 27 Februari 2026.
”Tim kami berhasil mengamankan enam orang pelaku yang diduga kuat sebagai spesialis pencurian di pura, setelah sebelumnya menerima laporan terkait maraknya kejadian serupa,” ujarnya, Selasa (21/4).
Insiden pertama yang terungkap terjadi di Pura Desa Adat Penyaringan, Jalan Penyaringan, Sanur Kauh, Kamis (26/2) sekitar pukul 16.00 WITA.
Pelapor, Komang Hendra Gunawan, menemukan pintu rak kaca gudang penyimpanan upakara sudah dirusak.
”Setelah dicek bersama pengempon, ternyata sejumlah barang hilang, termasuk uang kepeng kuno dan bokor,” kata Hendra.
Barang yang hilang antara lain 1.350 keping uang kepeng kuno (uang kepeng Jepun) dan bokor bahan klaka. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 16 juta.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan pola modus yang sama dengan kasus lain.
Tim kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap dua pelaku, TO, 40, dan AN, 39, di wilayah Gilimanuk dengan bantuan tim KP3.
Dari keterangan mereka, polisi mengembangkan kasus dan menangkap empat pelaku lainnya, yakni CAP, 34, JU, 35, AH, 38, dan AB, 31.
Keenam pelaku ini merupakan pria asal Probolinggo, Jawa Timur.
Saat ditangkap, polisi mengamankan barang bukti berupa sisa uang kepeng, alat pembobol berupa tang, dan satu unit sepeda motor Yamaha Vega biru.
Dalam pemeriksaan, mereka mengaku beraksi secara berkelompok pada malam hari.
Mereka tidak hanya beroperasi di satu lokasi, melainkan telah membobol beberapa pura di wilayah Denpasar dan Bali umumnya.
”Para pelaku ini tidak hanya beraksi di satu lokasi, tetapi di berbagai pura di wilayah Bali,” tegas Adi Saputra.
Saat ini, keenam pelaku ditahan di Mapolsek Denpasar Selatan untuk proses hukum lebih lanjut.
Polisi masih mendalami kasus ini untuk mengungkap lokasi kejadian lain serta jaringan penadah barang curian.***