Radarbadung.jawapos.com– Aksi balap liar atau trek-trekan di Jalan Veteran atau yang dikenal juga sebagai Jalur 11, Amlapura, Karangasem, kembali marak dan meresahkan masyarakat.
Padahal sebelumnya aksi serupa sudah sempat dibubarkan aparat, namun para pelaku terlihat tak kapok mengulanginya.
Akibatnya, polisi kembali turun tangan dan melakukan razia pada Minggu dini hari (3/5).
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sebanyak 22 orang pelaku yang seluruhnya berstatus pelajar, serta menyita 19 unit sepeda motor.
Bahkan ada tiga unit kendaraan yang ditinggal lari oleh pemiliknya saat melihat kedatangan petugas.
Kasat Lantas Polres Karangasem, AKP I Gusti Agung Putu Maha Putra, menyatakan bahwa aksi ini sangat mengganggu ketertiban umum dan berbahaya bagi keselamatan.
Ia menegaskan pihaknya akan terus bertindak tegas guna mencegah kejahatan lalu lintas tersebut.
“Mereka seolah tidak jera meski sudah beberapa kali dibubarkan. Padahal aktivitas ini tidak hanya bising dan mengganggu warga yang sedang istirahat, tapi juga sangat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain yang melintas,” ujarnya.
Dari pemeriksaan, seluruh kendaraan yang diamankan terbukti melanggar aturan.
Mayoritas mengalami modifikasi ilegal, menggunakan knalpot brong yang menimbulkan suara bising, tidak dilengkapi spion, hingga tidak memiliki surat-surat kendaraan yang lengkap dan sah.
Seluruh kendaraan dibawa ke Mapolres Karangasem untuk proses lebih lanjut.
Sebagai bentuk efek jera, para pelaku yang seluruhnya masih di bawah umur diberikan pembinaan fisik seperti lari keliling, push-up, dan diwajibkan melakukan sembahyang bersama.
Pihak kepolisian juga memanggil seluruh orang tua atau wali mereka untuk datang ke kantor polisi.
“Kami minta orang tua hadir agar sama-sama memberikan nasihat dan pengawasan. Para pelaku juga kami minta untuk sungkem meminta maaf kepada orang tua dan petugas, serta berjanji secara tertulis tidak akan mengulangi perbuatannya,” jelasnya.
Setelah seluruh rangkaian pembinaan selesai, para pelajar tersebut diperbolehkan pulang bersama orang tuanya.
Ke depannya, pihak kepolisian akan meningkatkan intensitas patroli di titik-titik rawan agar aksi balap liar tidak terulang kembali.***
Editor : Donny Tabelak