Radarbadung.jawapos.com– Sebuah peristiwa memprihatinkan terjadi di Pura Dalem Pemaksan Karanganyar, Banjar Dinas Pancoran, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Pelaku nekat mencuri alat musik gamelan yang merupakan barang sakral dan warisan turun-temurun milik krama pura.
Sebanyak 39 daun gong dan lima buah cengceng berhasil digondol, dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta.
Kejadian ini pertama kali diketahui pada Kamis (30/4) sekitar pukul 18.00 WITA oleh Kelian Pemaksan, I Gede Indra, 75.
Saat itu ia baru saja kembali berbelanja ke warung yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi pura.
“Saya melihat pintu pagar bagian barat dalam keadaan terbuka. Begitu masuk ke dalam, saya kaget melihat rolling door gudang penyimpanan gong juga sudah terbuka separuh bagiannya,” ungkap Indra.
Ia kemudian memeriksa bagian pengaman dan mendapati gembok masih dalam keadaan utuh serta terkunci rapat.
Diduga kuat pelaku menggunakan teknik khusus dengan memotong bagian pegangan kunci yang menempel di lantai, sehingga pintu rolling door bisa dibuka paksa tanpa merusak badan gemboknya.
Setelah membuka pintu lebih lebar, Indra masuk ke dalam gudang dan terkejut mendapati seluruh daun gong dan cengceng yang tersimpan sudah raib tak bersisa.
Ia pun segera memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga dan seluruh krama banjar.
“Ini pertama kalinya terjadi di pura kami. Barang-barang ini bukan sekadar alat musik, tapi merupakan warisan leluhur yang sangat disakralkan dan digunakan dalam setiap upacara keagamaan,” ujarnya dengan nada kesal.
Informasi pencurian ini menyebar cepat dan membuat warga sekitar berdatangan memadati lokasi.
Tim Sat Reskrim dan Inafis Polres Buleleng segera turun melakukan olah TKP, mengamankan lokasi, dan mencari jejak-jejak pelaku.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga pelaku masuk ke kawasan pura melalui pintu pagar yang terbuka.
Setelah berhasil masuk, mereka langsung menuju ruang penyimpanan dan membuka paksa pintu gudang untuk mengambil barang sasaran.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Sukasada dan kini ditangani langsung oleh tim penyidik Polres Buleleng.
“Identitas dan keberadaan pelaku masih terus kami dalami dan cari. Kami juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar tempat ibadah,” tegas Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz.***
Editor : Donny Tabelak