Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Misteri Jenazah Mengambang di Dermaga Benoa, Polisi Dalami Penyebab Kematian

I Wayan Widyantara • Kamis, 14 Mei 2026 | 08:54 WIB
Proses evakuasi jenazah pria tak dikenal yang ditemukan mengambang di kawasan Dermaga Barat Pelabuhan Benoa.(Foto Polresta Denpasar) 
Proses evakuasi jenazah pria tak dikenal yang ditemukan mengambang di kawasan Dermaga Barat Pelabuhan Benoa.(Foto Polresta Denpasar) 

Radarbadung.jawapos.com–Penemuan mayat pria kembali mengagetkan warga di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar. 

Mayat pria yang hingga kini belum diketahui identitasnya atau disebut Mr. X, ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengambang di sela-sela kapal yang bersandar di Dermaga Barat, tepatnya di depan area PT Sumber Nelayan, Rabu (13/5) pagi.

Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi, membenarkan peristiwa tersebut.

Laporan pertama diterima dari pihak Polairud Polda Bali, yang kemudian langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan ke lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi, Benidiktus Benyamin Malo, 26, yang bekerja sebagai staf bagian mesin di perusahaan tersebut, penemuan bermula saat ia baru tiba di lokasi kerja sekitar pukul 08.00 WITA.

Saat hendak menuju kapal, matanya tertuju pada sesosok tubuh yang terapung di celah antar kapal.

“Saksi langsung berteriak meminta tolong. Teriakan itu menarik perhatian para Awak Kapal (ABK) yang ada di sekitar lokasi untuk datang membantu,” ungkap Adi.

Tim gabungan dari Polairud, Polsekta Pelabuhan Benoa, SAR, dan tim Inafis Polresta Denpasar segera tiba di tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah lokasi, jenazah ditemukan dalam posisi telungkup mengenakan kaos berwarna hijau tua dan celana jeans pendek biru.

Saat dievakuasi, terlihat kondisi fisik korban dengan bagian mulut yang mengalami pengelupasan serta keluarnya darah dari area mata.

Petugas juga menemukan barang berupa satu unit ponsel merek Vivo beserta kabel charger di dalam saku pakaian korban.

Meski demikian, identitas pemiliknya belum berhasil diketahui.

Sementara itu, hasil pemeriksaan awal tim forensik menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik yang mengarah pada tindak pidana.

Namun, pihak kepolisian belum memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Belum ada indikasi kekerasan atau tindak kriminal. Namun penyelidikan tetap kami dalami untuk memastikan apa penyebab sesungguhnya,” jelas Adi.

Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan hati-hati mengingat posisi korban berada di celah kapal yang cukup sempit.

Setelah berhasil diangkat, jenazah langsung dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, guna menjalani proses visum et repertum dan identifikasi lebih lanjut.

Polresta Denpasar masih terus mendalami kasus ini, termasuk menelusuri identitas korban melalui barang-barang yang ditemukan.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait kejadian ini, agar segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi rumah sakit rujukan.***

Editor : Donny Tabelak
#polresta denpasar #penemuan mayat #pelabuhan benoa #benoa