Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Hujan Deras Picu Longsor di Berbagai Titik Karangasem, Warga Disarankan Mengungsi

Zulfika Rahman • Senin, 18 Mei 2026 | 07:02 WIB
Senderan hingga akses jalan tertutup tumpukan material tanah dan bebatuan akibat hujan deras yang memicu longsor di sejumlah titik di wilayah Karangasem. (Istimewa) 
Senderan hingga akses jalan tertutup tumpukan material tanah dan bebatuan akibat hujan deras yang memicu longsor di sejumlah titik di wilayah Karangasem. (Istimewa) 

Radarbadung.jawapos.com– Hujan deras yang mengguyur wilayah Karangasem sejak Sabtu (16/5) malam memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik rawan.

Material longsoran berupa tanah dan bebatuan bahkan sempat menutup akses jalan utama, mengganggu mobilitas warga, serta merusak sejumlah bangunan tempat tinggal dan fasilitas penahan tanah. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan pada Minggu (17/5), curah hujan dengan intensitas tinggi memang terus mengguyur wilayah ini selama beberapa hari terakhir.

Akibatnya, wilayah-wilayah yang merupakan langganan bencana longsor kembali tak mampu menghindari dampak buruk tersebut.

Salah satu titik terdampak berada di Banjar Dinas Sega, Desa Bunutan, Kecamatan Abang.

Di lokasi ini, dinding penahan tanah (senderan) sebuah tempat suci milik I Nyoman Putrayasa jebol diterjang air bah.

"Senderan yang runtuh itu tingginya sekitar 3 meter, dengan panjang bagian yang tergerus mencapai kurang lebih 2 meter," jelas Arimbawa saat dikonfirmasi.

Kerusakan fasilitas umum dan akses jalan juga terjadi di Banjar Dinas Pungutan, Desa Tri Eka Bhuana, Kecamatan Sidemen.

Gundukan tanah sisa galian dari lahan proyek di sana longsor dan menutup total akses jalan menuju lokasi wisata Gembleng Waterfall.

"Panjang bidang longsoran itu sekitar 50 meter dengan ketinggian tebing mencapai kurang lebih 15 meter. Material tanah dan bebatuan tertimbun di badan jalan," ungkapnya.

Di lokasi lain, tepatnya di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, longsor menyebabkan dinding penahan tanah milik warga jebol.

Dampaknya sangat terasa bagi I Wayan Budiasa, pemilik rumah yang mengalami kerusakan parah. 

Dua ruang kamar tidur di rumahnya kini dinyatakan tidak layak dan berpotensi roboh sewaktu-waktu, sehingga tidak boleh lagi dihuni.

"Kami sudah menyarankan pemilik rumah untuk sementara mengungsi dan menumpang tinggal di rumah kerabat terdekat demi keselamatan," terang Arimbawa.

Bukan hanya longsor, hujan deras yang tak kunjung berhenti juga memicu banjir setempat dan aliran air yang deras.

Di Banjar Dinas Tanah Ampo, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, sebuah rumah warga mengalami kerusakan parah setelah diterjang arus air bah yang begitu kuat hingga membuat tembok bangunan jebol dan runtuh.

Hingga saat ini, potensi hujan lebat disertai angin masih berpeluang terjadi di wilayah Karangasem.

Menanggapi hal itu, BPBD Karangasem mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk tetap waspada dan siaga bencana.

Khususnya bagi warga yang bermukim di wilayah dataran tinggi, lereng bukit, maupun di bantaran sungai.

"Ancaman bencana seperti longsor dan banjir masih mengintai. Jika hujan deras terus berlangsung, warga di titik rawan disarankan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Warga juga diimbau mewaspadai ancaman pohon tumbang di sekitar pemukiman," tandas Arimbawa.***

Editor : Donny Tabelak
#longsor #hujan deras #pohon tumbang #bencana #bpbd karangasem