Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Video Viral Dugaan Keterlibatan Polisi-TNI dalam Mafia Mobil, Korban Luruskan Fakta

Juliadi Radar Bali • Senin, 18 Mei 2026 | 15:07 WIB
I Putu Nofa Adi Putra (tiga dari kanan) saat memberikan keterangan klarifikasi di Mapolsek Selemadeg Barat, Tabanan, terkait video yang sempat viral di media sosial. Ia sebelumnya terlihat melapor kepada Anggota DPD RI, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa atau yang akrab disapa Arya Wedakarna (AWK). (Istimewa)
I Putu Nofa Adi Putra (baju hitam tengah) saat memberikan klarifikasi di Mapolsek Selemadeg Barat, Tabanan, terkait video yang sempat viral di media sosial. Ia sebelumnya terlihat melapor kepada Anggota DPD RI, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa atau yang akrab disapa Arya Wedakarna. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Sebuah video yang menampilkan warga Selemadeg Barat, Tabanan, melapor kepada Anggota DPD RI, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa (atau akrab disapa Arya Wedakarna), sempat viral di media sosial.

Dalam unggahan di akun Facebook Dr. Arya Wedakarna tersebut, disebutkan adanya laporan dari korban bernama I Putu Nofa Adi Putra yang menuding adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dan oknum kepolisian Polres Tabanan dalam jaringan mafia penipuan jual beli kendaraan bermotor.

Merespons beredarnya informasi tersebut, pihak kepolisian khususnya Polsek Selemadeg Barat segera melakukan penelusuran dan klarifikasi.

Kepala Polsek Selemadeg Barat, AKP I Putu Eka Rai Putra, memberikan penjelasan terkait postingan video yang diunggah pada 16 Mei lalu tersebut.
 
Berdasarkan hasil konfirmasi langsung kepada pelapor, I Putu Nofa Adi Putra, pada Minggu (17/5) di Mapolsek Selemadeg Barat, ternyata informasi yang beredar tersebut tidak benar atau tidak sesuai fakta.
 
"Faktanya, pelapor I Putu Nofa Adi Putra memberikan keterangan bahwa dirinya tidak pernah melaporkan adanya keterlibatan personel Polsek Selemadeg Barat dalam kasus dugaan penipuan jual beli mobil itu. Melainkan, yang ia sampaikan hanya adanya oknum yang mengaku-ngaku anggota TNI yang diduga melakukan intervensi saat proses transaksi jual beli mobil tersebut," tegas AKP Eka Rai Putra.
 
Lebih lanjut dijelaskan, I Putu Nofa Adi Putra juga mengapresiasi kinerja kepolisian.

Ia mengaku selama proses penanganan masalah yang dihadapinya, dirinya telah mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari personel Polsek Selemadeg Barat.

Bahkan, pihak kepolisian dinilai telah bersikap netral, profesional, dan tidak berpihak kepada siapa pun dalam menangani laporan yang disampaikan.
 
"Jadi, berdasarkan penjelasan langsung dari yang bersangkutan, tudingan bahwa ada oknum anggota polisi yang terlibat dalam dugaan penipuan jual beli mobil itu sama sekali tidak benar adanya," tambahnya.
 
Klarifikasi resmi yang dibuat oleh I Putu Nofa Adi Putra tersebut dilakukan secara sadar, sukarela, dan tanpa adanya unsur paksaan, tekanan, maupun bujukan dari pihak manapun.

Pernyataan tersebut juga dituangkan dalam bentuk video klarifikasi untuk meluruskan informasi yang sempat beredar luas di masyarakat.
 
"Adanya klarifikasi ini diharapkan masyarakat dapat memahami informasi secara utuh, lengkap, dan tidak mudah terpengaruh oleh pemberitaan atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," pungkas AKP I Putu Eka Rai Putra.***

Editor : Donny Tabelak
#mobil #polri #tni #Polres Tabanan #mafia