Radarbadung.jawapos.com– Menanggapi meningkatnya potensi kejahatan yang terjadi pada malam hari, jajaran Polsek Selemadeg, Tabanan, memperketat pengamanan dengan mengintensifkan kegiatan patroli.
Langkah ini diambil menyusul adanya laporan kehilangan sepeda motor yang baru saja menimpa seorang karyawan J&T Express, I Putu Ari Darmawan, warga Banjar Dinas Bajera, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg.
Kronologi kejadian bermula saat korban sedang melakukan absensi di depan kantor cabang J&T wilayah Selemadeg.
Saat itulah, sebuah sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DK 2660 GAI yang dikendarainya raib dicuri oknum tidak dikenal.
Berdasarkan kejadian tersebut, aparat kepolisian segera bergerak cepat. Mereka kini rutin menggelar kegiatan Blue Light Patrol atau patroli malam berbasis pemindaian kode batang (barcode) di titik-titik rawan.
Setiap malam, minimal empat personil gabungan diterjunkan untuk memantau kondisi keamanan di lapangan.
Rute patroli dirancang menyasar lokasi-lokasi strategis dan padat aktivitas, mulai dari jalur utama Denpasar–Gilimanuk, pusat perbelanjaan, SPBU, kawasan perbankan, hingga masuk ke lingkungan pemukiman warga di Desa Bajera, Desa Berembeng, dan Desa Selemadeg.
Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Subadi, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan upaya nyata mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang sempat tercatat terjadi di wilayah hukumnya.
"Fokus utama patroli malam ini adalah menyasar fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan dan kawasan perbankan. Selain itu, kami juga memeriksa tempat ibadah guna memastikan keamanan benda-benda suci atau pratima yang disakralkan di sana," ungkap Kompol Subadi saat dikonfirmasi, Minggu (17/5).
Selain menjaga keamanan, kehadiran petugas di jalur utama juga bertujuan memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar dan aman bagi para pengguna jalan yang melintas.
Strategi ini dinilai efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat melalui kehadiran fisik anggota Polri di lapangan.
"Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan maupun gangguan keamanan yang berarti selama kegiatan patroli berlangsung," jelasnya.
Meski pihak kepolisian terus berjaga, Kompol Subadi tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap barang berharga yang dimiliki.
Ia menekankan agar warga selalu melengkapi kendaraan dengan kunci pengaman tambahan atau kunci stang saat diparkir.
"Potensi kejahatan sering kali muncul karena adanya kelalaian dari masyarakat sendiri. Contohnya meninggalkan kunci menempel di kendaraan atau kelalaian lainnya yang memudahkan pelaku beraksi," pungkasnya mengimbau.***