Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Bayi Ditemukan di Semak-Semak Jimbaran, Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Kos Denpasar Timur

I Wayan Widyantara • Minggu, 24 Mei 2026 | 09:26 WIB
Petugas kepolisian menunjukkan lokasi penemuan seorang bayi perempuan yang ditinggalkan di tengah semak-semak di kawasan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Sementara itu, di wilayah Denpasar Timur juga ditemukan seorang pria meninggal dunia di dalam kamar kosnya.(Foto Polresta Denpasar) 
Petugas kepolisian menunjukkan lokasi penemuan seorang bayi perempuan yang ditinggalkan di tengah semak-semak di kawasan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Sementara itu, di wilayah Denpasar Timur juga ditemukan seorang pria meninggal dunia di dalam kamar kosnya.(Foto Polresta Denpasar) 

Radarbadung.jawapos.com– Dua peristiwa berbeda terjadi secara bersamaan pada Jumat malam (22/5), di mana seorang bayi perempuan ditemukan hidup di tengah semak-semak di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung.

Sementara seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di wilayah Denpasar Timur.

Pihak kepolisian telah menindaklanjuti kedua peristiwa tersebut dan melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab serta kronologi kejadian secara lengkap.

Temuan Bayi di Jimbaran

Peristiwa pertama terjadi di Jalan Goa Betel, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, sekitar pukul 23.43 WITA.

Seorang bayi perempuan ditemukan dalam keadaan hidup dan masih menangis, tergeletak di antara semak-semak.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan untuk menemukan orang tua atau pihak yang bertanggung jawab atas tindakan meninggalkan bayi tersebut.

“Benar, kami menerima laporan adanya penemuan bayi perempuan di lokasi tersebut pada Jumat malam sekitar pukul 23.43 WITA,” ujarnya.

Bayi pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Matias Lau Kolly, 25, yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang kerja dan melintas di kawasan Jalan Goa Gong.

Saat itu, seekor kucing tiba-tiba melintas di depan sepeda motornya sehingga ia terpaksa berhenti.

Di saat itulah, ia mendengar suara tangisan bayi yang berasal dari arah semak-semak di pinggir jalan.

Karena merasa curiga, saksi kembali ke tempat tinggalnya untuk memanggil saudaranya, Samuel, guna memastikan sumber suara tersebut.

Setelah kembali ke lokasi, keduanya menemukan seorang bayi perempuan yang terbungkus kain berwarna merah dan dimasukkan ke dalam tas kain berwarna biru.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik tempat kos di dekat lokasi, yang selanjutnya menghubungi kepala lingkungan setempat untuk menyampaikan informasi kepada pihak berwenang.

Sekitar 30 menit kemudian, bayi dibawa ke Rumah Sakit Udayana untuk mendapatkan pemeriksaan medis, didampingi oleh para saksi dan kepala lingkungan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bayi perempuan tersebut dalam kondisi sehat, memiliki berat badan 2.900 gram dan panjang badan 48 sentimeter.

Hingga saat ini, bayi masih dirawat di Rumah Sakit Udayana untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut, sementara polisi terus berupaya mengungkap identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.

Temuan Jenazah di Denpasar Timur

Di tempat lain, tepatnya di Gang 6 Banjar Mandala Sari, Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar Timur, seorang pria bernama Rudi Ganti, 56, warga asal Jakarta, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya pada waktu yang hampir bersamaan, sekitar pukul 23.00 WITA.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya, Gundu Panca Marano, 40, yang datang ke kamar untuk mengambil pakaian kotor guna dibawa ke tempat pencucian.

Saat pintu kamar dibuka, saksi langsung mencium bau busuk dan mendapati korban terbaring tak bergerak dengan kondisi tubuh yang mulai menghitam akibat pembusukan.

Saksi kemudian segera meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pemilik tempat kos.

Dikatakan, terakhir kali korban terlihat sehat dan sempat berbincang dengan saksi pada Rabu (20/5) sekitar pukul 14.00 WITA, bahkan saat itu saksi juga sempat membawakan makanan, kopi, dan rokok karena korban belum memiliki pekerjaan dan tidak pernah mengeluhkan sakit sama sekali.

Pemilik kos, I Made Merta, 55, yang juga bekerja sebagai petugas keamanan, menjelaskan bahwa korban telah tinggal di tempatnya selama sekitar dua bulan bersama adiknya.

Selama menetap di sana, korban dikenal sebagai sosok yang pendiam dan jarang bergaul dengan penghuni kos lainnya.

“Selama tinggal di sini, korban tidak pernah mengeluh sakit kepada saya maupun warga lain,” ujarnya.

Tim Identifikasi TKP dan Laboratorium Forensik Polresta Denpasar telah melakukan pemeriksaan di lokasi dan menemukan korban terbaring terlentang, mengenakan kemeja berwarna coklat dan celana jeans hitam.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka pada tubuh korban. Berdasarkan kondisi tubuh yang sudah mengalami pembusukan, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum akhirnya ditemukan.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit jantung dan mereka telah mengikhlaskan kematian korban.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menggunakan kendaraan ambulans BPBD Kota Denpasar menuju Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah untuk menjalani pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian secara pasti.***

Editor : Donny Tabelak
#polresta denpasar #jimbaran #penemuan mayat #bayi dibuang