Radarbadung.jawapos.com– Suasana riuh dan meriah di tempat hiburan malam Jade by Todd English, Jalan Pemelisan Agung, Tibubeneng, Kuta Utara, mendadak berubah mencekam dan berdarah.
Peristiwa terjadi Jumat dini hari (22/5) sekitar pukul 01.30 WITA, ketika dua kelompok warga negara asing (WNA) terlibat perkelahian massal yang menggunakan botol dan pecahan kaca sebagai senjata.
Ratusan pengunjung yang sedang bersenang-senang langsung panik dan berhamburan keluar lokasi.
Peristiwa bermula ketika dua kelompok yang duduk bersebelahan meja terlibat pertengkaran mulut.
Suasana makin memanas setelah salah satu pihak melempar gelas ke arah lawan, hingga akhirnya keduanya saling serang, baku hantam, dan menggunakan botol minuman serta pecahan kaca untuk saling menyerang.
Beberapa orang terluka cukup parah dan darah terlihat berceceran di lantai, bahkan orang yang berusaha melerai pun ikut menjadi sasaran serangan.
Momen mencekam ini juga terekam dalam video yang kemudian tersebar luas di media sosial.
PS Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat Seksi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan peristiwa tersebut.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba langsung memimpin tim turun ke tempat kejadian untuk melakukan pemeriksaan, mengumpulkan keterangan saksi, serta memeriksa rekaman kamera pengawas.
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui ada sekitar 14 orang yang terlibat, terbagi dalam dua kelompok masing-masing berjumlah tujuh orang.
Diduga konsumsi minuman keras dan kondisi tempat yang terlalu padat menjadi pemicu utama terjadinya bentrokan.
Menurut keterangan pihak manajemen, pada saat kejadian tercatat ada sebanyak 462 orang yang keluar and masuk dalam ruangan.
Padahal luas ruangan sekitar 20 x 30 meter dan hanya memiliki 41 meja, sehingga kapasitas idealnya sebenarnya kurang dari 100 orang.
Kondisi yang terlalu padat membuat ruang gerak sempit, mudah terjadi senggolan, dan memperbesar risiko terjadinya perselisihan yang cepat berkembang menjadi kekerasan.
Guna kelancaran proses penyelidikan, pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi, memasang garis pembatas, dan menghentikan sementara seluruh kegiatan operasional tempat hiburan tersebut.
“Saat ini kami masih terus melakukan penelusuran untuk mengungkap identitas seluruh pihak yang terlibat,” jelas Inastuti.
Sementara itu, perwakilan dari Jade by Todd English, Rara, juga membenarkan kejadian tersebut.
Pihaknya telah memberikan keterangan kepada kepolisian dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat.
“Saat ini lokasi masih dipasang garis polisi dan kegiatan operasional kami hentikan sementara sampai ada keputusan lebih lanjut,” ujarnya singkat.***
Editor : Donny Tabelak