Pelaku Melarikan Diri, Polisi Selidiki Rekaman CCTV
Radarbadung.jawapos.com– Sebuah aksi percobaan perampokan kendaraan bermotor terjadi di tengah keramaian siang hari di kawasan Panjer, Denpasar Selatan.
Seorang dokter muda perempuan berinisial JRR, 26, asal Makassar menjadi korban serangan pelaku yang diduga menggunakan alat kejut listrik, saat berusaha merebut kendaraan mobil yang dikendarainya.
Peristiwa berlangsung di Jalan Tukad Barito Timur pada Minggu lalu (31/5/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban sedang berada di lokasi ketika tiba-tiba didekati seorang pria tak dikenal yang berusaha mengambil alih kendaraannya.
Dalam upaya melancarkan aksinya, pelaku diduga menggunakan alat kejut listrik dan menyengat bagian dada korban.
“Menurut keterangan korban, pelaku menggunakan alat kejut listrik. Ia merasakan sengatan di bagian dada saat kejadian berlangsung,” ungkap sumber dari kepolisian, Selasa (2/6/2026).
Meski sempat terkejut dan mengalami luka ringan akibat sengatan tersebut, korban tetap berusaha mempertahankan kendaraannya.
Situasi yang mulai ramai dan perlawanan yang dilakukan korban membuat pelaku akhirnya gagal menguasai kendaraan dan memilih melarikan diri.
Kurang lebih 30 menit setelah kejadian, korban melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.
“Laporan resmi diterima sekitar pukul 13.30 WITA. Korban mengalami luka akibat sengatan listrik, namun kendaraannya tidak berhasil dibawa kabur oleh pelaku,” tambah sumber tersebut.
Saat ini, Polresta Denpasar masih menangani kasus tersebut.
Tim penyidik terus mengumpulkan bukti keterangan dari korban dan saksi mata, serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Penggunaan alat kejut listrik dalam aksi pencurian ini menjadi perhatian khusus aparat, karena dinilai berbahaya dan berisiko menimbulkan dampak serius bagi keselamatan korban.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada meski beraktivitas di siang hari, terutama saat berhenti di tempat yang agak sepi atau kurang penerangan.
Hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto Diputra, belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus tersebut.***