Radarbadung.jawapos.com– Euforia kemenangan Timnas Argentina pada ajang Piala Dunia 2026 berujung keributan antarpenghuni kos di Jalan Akasia XVI, Gang Durian, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur.
Perselisihan yang sempat memicu aksi saling pukul dan lempar tersebut akhirnya diselesaikan melalui mediasi yang difasilitasi Polsek Denpasar Timur, Kamis (9/7).
Proses mediasi yang berlangsung di Ruang Reskrim Polsek Denpasar Timur dihadiri oleh personel kepolisian, Kelian Lingkungan Kesiman Banjar Buaji Anyar, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kesiman, serta kedua belah pihak yang terlibat dalam perselisihan.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menjelaskan bahwa mediasi dilakukan guna menyelesaikan masalah secara musyawarah demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Insiden bermula pada Rabu dini hari (8/7) sekitar pukul 02.30 Wita.
Saat itu, sekelompok penghuni kos yang baru selesai menonton bersama pertandingan Piala Dunia 2026 merayakan kemenangan Argentina dengan menggeber sepeda motor dan berteriak di depan tempat tinggal mereka.
Aksi tersebut rupanya mengganggu penghuni kos lain yang berada di seberang gang dan sedang beristirahat.
Teguran yang disampaikan tidak diterima dengan baik, karena beberapa orang diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.
Suasana pun memanas hingga berujung cekcok mulut.
"Keributan kemudian tak terhindarkan, terjadilah aksi saling pukul dan lempar antar kedua kelompok," paparnya, Jumat (10/7).
Beruntung, warga sekitar bersama pecalang dan aparat kepolisian segera tiba di lokasi untuk melerai pertikaian.
Setelah situasi terkendali, seluruh penghuni kos diminta kembali ke kamar masing-masing dan diimbau agar tidak mengulangi perbuatan serupa.
Dalam mediasi yang digelar sehari setelah kejadian, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Kesepakatan dituangkan dalam surat perdamaian yang ditandatangani bersama.
"Mereka juga menyatakan tidak akan saling menuntut atas peristiwa yang telah terjadi," ungkap Jubir Polresta Denpasar.
Selain itu, kedua belah pihak bersedia diproses sesuai ketentuan hukum apabila di kemudian hari mengulangi tindakan serupa atau melanggar isi kesepakatan.
Para penghuni kos yang terlibat juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kelurahan Kesiman atas kegaduhan yang terjadi.
"Mereka berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan demi terciptanya suasana yang kondusif," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak