Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Viral Isu Pelayanan SIM di Polresta Denpasar, Dua Oknum yang Mengaku-ngaku Wartawan Diduga Minta Uang Penurunan Berita

Andre Sulla • Selasa, 14 Juli 2026 | 14:50 WIB
Kasat Lantas Polresta Denpasar Kompol Muhammad Bhayangkara Putra Sejati memberikan keterangan terkait video dugaan pelayanan pembuatan SIM di luar prosedur yang viral, sekaligus mengungkap dugaan intimidasi dan permintaan uang oleh oknum yang mengaku wartawan. (Istimewa) 
 
Kasat Lantas Polresta Denpasar Kompol Muhammad Bhayangkara Putra Sejati memberikan keterangan terkait video dugaan pelayanan pembuatan SIM di luar prosedur yang viral, sekaligus mengungkap dugaan intimidasi dan permintaan uang oleh oknum yang mengaku wartawan. (Istimewa)   

Radarbadung.jawapos.com– Polemik video dugaan pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di luar prosedur di Satpas SIM Polresta Denpasar memasuki babak baru. 

Selain menyeret seorang oknum anggota Satlantas ke pemeriksaan internal, polisi juga mendalami dugaan intimidasi serta permintaan sejumlah uang yang dilakukan oleh dua orang yang mengaku sebagai wartawan.

Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Muhammad Bhayangkara Putra Sejati, S.I.K., mengungkapkan pasca video tersebut ramai beredar di media sosial, dirinya berkali-kali dihubungi oleh dua orang dari luar Bali yang mengaku berprofesi sebagai wartawan.

Kedua pihak tersebut diduga berupaya melakukan lobi agar persoalan diselesaikan di luar mekanisme hukum maupun aturan internal kepolisian.

Bahkan, mereka menawarkan penghapusan atau penurunan (take down) video serta pemberitaan yang telah diunggah dengan imbalan sejumlah uang.

“Pasca video itu viral, saya beberapa kali dihubungi oleh dua orang yang mengaku sebagai wartawan. Mereka berusaha melobi agar persoalan ini diselesaikan di luar mekanisme yang berlaku, dan mengarahkan pada permintaan uang untuk menurunkan berita maupun video,” ungkap Bhayangkara.

Perwira tersebut menegaskan, Polresta Denpasar menolak tegas segala bentuk penyelesaian di luar prosedur.

“Upaya tersebut kami tolak karena Polresta Denpasar berkomitmen menyelesaikan setiap persoalan secara profesional sesuai aturan hukum dan prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Tak hanya menghubungi pimpinan, kedua orang tersebut juga disebut terus berupaya menghubungi sejumlah petugas lain serta mengatur pertemuan dengan berbagai alasan.

Atas dugaan adanya intimidasi dan permintaan keuntungan materiil tersebut, Satlantas Polresta Denpasar memastikan akan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku. 

“Semua pihak yang terlibat akan diproses sesuai hukum,” imbuhnya.

Di sisi lain, Satlantas juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan di Satpas SIM.

Sementara oknum anggota berinisial DL yang diduga membantu pembuatan SIM di luar Standar Operasional Prosedur (SOP) kini telah diperiksa oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Denpasar.

Berdasarkan pemeriksaan awal, pemohon SIM dalam video memang tercatat mengurus dokumen tersebut di lokasi, namun diduga datang bersama pria yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan oknum petugas guna mempermudah proses secara tidak wajar.

Kompol Bhayangkara menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi pelanggaran, baik dari anggota maupun pihak luar yang berusaha mengambil keuntungan.

Penyidik juga menerima informasi bahwa kedua oknum yang mengaku wartawan tersebut diduga pernah terlibat dalam kasus pengancaman dan penganiayaan yang kini ditangani Polsek Kuta, peristiwa di Bali Sun Tropical Hotel & Spa pada Sabtu (11/7).

Kendati demikian, keterlibatan tersebut masih didalami lebih lanjut, dan seluruh penanganan akan didasarkan pada alat bukti yang sah.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
polsek kuta sim pemerasan satlantas polresta denpasar wartawan