Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Modus Pesan Sate & Minta Minum, Emak-emak Gondol Emas dan Uang Rp100 Juta Milik Pedagang di Kuta

Andre Sulla • Rabu, 15 Juli 2026 | 17:57 WIB
Ilustrasi, seorang pedagang sate bernama Rohimah (46) harus merelakan tas berisi perhiasan emas dan uang tunai senilai total Rp100 juta raib digondol seorang perempuan yang datang bersama anaknya di Kuta.(Ai)
Ilustrasi, seorang pedagang sate bernama Rohimah (46) harus merelakan tas berisi perhiasan emas dan uang tunai senilai total Rp100 juta raib digondol seorang perempuan yang datang bersama anaknya di Kuta.(Ai)

Radarbadung.jawapos.com– Aksi pencurian dengan modus mengalihkan perhatian kembali terjadi di wilayah Kuta, Kabupaten Badung.

Kali ini, seorang pedagang sate bernama Rohimah (46) harus merelakan tas berisi perhiasan emas dan uang tunai senilai total Rp100 juta raib digondol seorang perempuan yang datang bersama anaknya.
 
Peristiwa itu terjadi di sebuah warung madura di lingkungan Banjar Pemamoran, Kuta, pada Jumat (10/7) sekitar pukul 12.50 Wita.

Berdasarkan keterangan saudara korban, AM, kejadian tersebut dilaporkan secara resmi ke Polsek Kuta pada Sabtu (11/7).
 
Menurut keterangan yang disampaikan korban kepada pihak kepolisian, pelaku datang ke lokasi dengan berpura-pura menjadi pembeli.

Perempuan yang saat itu terlihat menggendong anaknya langsung memesan sate kepada korban.
 
Saat korban sibuk melayani pembeli lain, pelaku berulang kali meminta disiapkan air minum. Tanpa menaruh curiga, korban pun meninggalkan tempatnya untuk mengambil air.

Sebelum beranjak, tas berisi barang berharga miliknya diletakkan tepat di samping galon air.
 
“Di dalam tas itu tersimpan tiga kalung emas, tiga gelang emas, tiga liontin emas, dua cincin emas, serta uang tunai sebesar Rp15 juta.

Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp100 juta,” jelas AM.
 
Memanfaatkan kelengahan korban, pelaku segera mengambil tas tersebut sambil tetap menggendong anaknya.

Setelah berhasil menguasai barang berharga itu, ia tiba-tiba membatalkan pesanannya dan langsung meninggalkan lokasi dengan tergesa-gesa.
 
Beberapa saat kemudian, korban baru menyadari tasnya sudah hilang.

Ia sempat berusaha mencari keberadaan pelaku, namun perempuan tersebut sudah tidak terlihat di sekitar lokasi.
 
Kasus ini kini ditangani tim penyidik Polsek Kuta.

Laporan resmi telah tercatat dengan nomor: LP/B/77/VII/2026/SPKT/Polsek Kuta/Polresta Denpasar/Polda Bali.

Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mulai menyusun berbagai bukti untuk mengungkap identitas pelaku.
 
Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia menyampaikan dugaan sementara, pencurian ini memang direncanakan dengan modus mengalihkan fokus korban.
 
“Saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi serta mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengetahui identitas pelaku,” ujarnya.
 
Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama para pedagang, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

Hindari menyimpan barang berharga atau uang tunai dalam jumlah besar di tempat yang mudah dijangkau orang lain saat sedang beraktivitas melayani pembeli.
 
“Kami masih terus melakukan penyelidikan,” tutupnya singkat.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
pencurian uang polresta denpasar polsek kuta pedagang warung madura