Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Bunuh Kekasih, WN Singapura Diamankan Kurang dari 3 Jam Pasca Penemuan Jenazah di Kosan Denpasar

Andre Sulla • Kamis, 16 Juli 2026 | 10:47 WIB
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., memantau langsung proses olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jasad perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, di sebuah rumah kos di Jalan Mekar II, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan. (Foto Adrian Suwanto).
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., memantau langsung proses olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jasad perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, di sebuah rumah kos di Jalan Mekar II, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan. (Foto Adrian Suwanto).

Radarbadung.jawapos.com– Pria berinisial MZ, 26, Warga Negara Singapura, diduga tega membunuh kekasihnya sendiri, AS, 26, warga asal Tegal, Jawa Tengah.

Jenazah korban ditemukan dalam kondisi membusuk di kamar kos kawasan Jalan Mekar II, Banjar Pitik, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (15/7) sekitar pukul 19.00 Wita.

Kepolisian menunjukkan gerak cepat luar biasa: kurang dari tiga jam setelah jenazah ditemukan, tim gabungan Polda Bali, Satreskrim Polresta Denpasar, dan Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan terduga pelaku di wilayah Denpasar.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., yang memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP), membenarkan keberhasilan penangkapan tersebut.

“Kurang dari tiga jam, tim gabungan berhasil mengamankan pelaku dugaan penganiayaan yang berujung kematian,” tegasnya, Kamis (16/7).

Penemuan jenazah terjadi di Rumah Kost Arta, kamar nomor 2, Jalan Mekar II Blok A 12 Kavling 6.

Peristiwa ini terungkap setelah adik kandung korban, RA, mendatangi lokasi karena khawatir nomor telepon kakaknya tidak bisa dihubungi berhari-hari.

Sesampainya di sana, RA mencium bau busuk menyengat dari dalam kamar.

Saat pintu dibuka, ia mendapati jenazah kakaknya terbaring, sebagian tubuh tertutup tumpukan boneka dan karpet.

Di lokasi, RA juga melihat MZ—kekasih korban—keluar dari kamar sebelah.

Saat ditanya keberadaan kakaknya, pelaku diam saja. 

Merasa ada yang tidak beres, RA sempat memukul pelaku dengan helm, sebelum MZ melarikan diri naik sepeda motor.

RA kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi.

Berdasarkan keterangan RA, korban dan dirinya bekerja di tempat biliar kawasan Jalan Nakula, Kuta.

Terakhir kali bertemu kakaknya sekitar sepekan lalu.

Hubungan asmara korban dan MZ diketahui sering diwarnai pertengkaran, setidaknya dua kali terjadi cekcok setelah korban menduga pelaku berselingkuh. 

Pengelola kosan, Made A, menjelaskan korban sudah menetap di lokasi sejak Maret 2025 bersama MZ.

Fakta lain terungkap dari keterangan DP, perempuan yang baru menjalin hubungan dengan MZ selama tiga hari.

Ia mengenal pelaku di tempat kerjanya di kawasan Jalan Pura Demak.

DP mengaku diajak menginap di kamar kos tersebut pada Sabtu (11/7) pukul 23.00 Wita, sempat mencium bau tak sedap namun tidak tahu sumbernya.

Saat ditanya kembali Selasa (14/7), pelaku justru marah dan memukul tembok.

Saat olah TKP, jenazah korban terbaring telentang di lantai, sudah mengalami pembengkakan hebat, kulit mengelupas, dan masuk fase pembusukan lanjut.

Belum ditemukan luka terbuka karena kondisi jenazah yang sudah rusak parah.

Jasad dievakuasi ambulans BPBD Kota Denpasar ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk autopsi.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif dan kronologi pasti kematian korban, serta menunggu hasil autopsi medis.

“Penyelidikan terus berlangsung, otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian secara akurat,” ujar Kombes Leonardo.

Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., membenarkan pelaku sudah diamankan dan pemeriksaan intensif berjalan.

Saksi-saksi diperiksa, termasuk mendalami dugaan konflik pribadi yang melatarbelakangi kejadian. 

Autopsi dijadwalkan berlangsung Kamis (16/7) di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
wna Singapura polresta denpasar wanita dibunuh