Tangis Bocah Saksikan Ayah Tewas Dikeroyok, Polda Bali Usut Tuntas dan Ingatkan Bahaya Main Hakim Sendiri

Andre Sulla • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 17:23 WIB
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., memberikan keterangan terkait penanganan kasus dugaan pengeroyokan di Baturiti Tabanan yang viral di media sosial. (Foto Andre Sulla)
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., memberikan keterangan terkait penanganan kasus dugaan pengeroyokan di Baturiti Tabanan yang viral di media sosial. (Foto Andre Sulla)

Radarbadung.jawapos.com– Tangis histeris seorang bocah perempuan yang menyaksikan langsung ayahnya tewas, menjadi korban pengeroyokan menjadi potret pilu dari peristiwa kekerasan yang kini tengah ditangani serius kepolisian.

Polda Bali memastikan kasus tersebut sedang dalam tahap penyelidikan mendalam, dan aparat telah mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti utama untuk mengungkap identitas serta peran masing-masing pihak yang terlibat.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menegaskan setiap bentuk tindak pidana akan diproses secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ia meminta masyarakat tetap tenang, tidak terpancing emosi, maupun melakukan aksi balasan yang justru berpotensi menimbulkan persoalan hukum baru.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui proses hukum yang sah,” tegas Kombes Pol Ariasandy, Minggu (26/7).

Penyidik saat ini terus bekerja mengumpulkan alat bukti, meminta keterangan para saksi, serta melakukan identifikasi menyeluruh terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Rekaman CCTV yang berhasil diamankan menjadi salah satu petunjuk penting untuk mengungkap kronologi peristiwa secara utuh.

Polda Bali menjamin proses penyelidikan berjalan secara profesional, objektif, dan transparan.

Begitu identitas para pelaku dipastikan, aparat akan segera mengambil langkah hukum sesuai prosedur yang berlaku.

Kabid Humas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, maupun menyebarkan narasi yang berpotensi memicu kegaduhan di ruang publik.

Masyarakat diminta memberikan kesempatan penuh kepada aparat penegak hukum untuk menuntaskan perkara ini hingga tuntas.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kekerasan tidak pernah menjadi solusi.

Di balik proses hukum yang sedang berjalan, tersimpan duka mendalam yang tidak hanya dirasakan secara fisik, namun juga meninggalkan trauma psikologis yang membekas bagi seluruh keluarga korban.

Polda Bali menegaskan komitmen untuk mengusut tuntas kasus ini hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum.

“Pesan kami jelas: setiap persoalan harus diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan kekerasan atau tindakan main hakim sendiri,” pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
pencuri ayam tewas maling tewas dikeroyok Baturiti pengeroyokan polda bali