Dari Kasus Pengeroyokan Sadis di Baturiti, Keluarga Sudah Ikhlaskan, Tak Lapor Balik: Perbekel Sidetapa Tegaskan Kita Nyame Bali

Francelino Junior • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:47 WIB
Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama. (Foto Junior)

 
Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama. (Foto Junior)  

Radarbadung.jawapos.com– Keluarga KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng yang tewas diamuk massa pada Jumat (24/7) dini hari, memilih untuk tidak melaporkan balik peristiwa pengeroyokan sadis yang dilakukan warga Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Baturiti, Tabanan.

Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, menyayangkan keras tindakan main hakim sendiri tersebut dan mengingatkan bahwa baik korban maupun pelaku sesungguhnya adalah saudara sebangsa se-tanah air: “Kita nyame Bali.”

Menurut Sutama, setiap dugaan pelanggaran hukum semestinya diselesaikan melalui jalur yang benar, bukan dengan menghakimi sendiri apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang.

“Tidak melapor balik. Keluarga sudah berbesar hati menerima dan mengikhlaskan. Orangnya sudah tiada, dan itu tindakan bersama masyarakat. Kalau pun ada balasan, biarlah Tuhan yang menentukan jalan terbaiknya nanti,” ujar Perbekel Sutama saat dikonfirmasi, Minggu (26/7).

Ia melanjutkan, meskipun almarhum diduga melakukan kesalahan mencuri ayam, namun kekejaman amarah massa yang merenggut nyawa justru memancing simpati luas dari masyarakat.

Hal itu makin terasa menyayat hati setelah beredarnya rekaman tangis histeris anak perempuan KD yang tak henti memanggil ayahnya saat melihat jenazah sang ayah terbaring.

KD diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Dua di antaranya masih duduk di bangku sekolah, masing-masing kelas 1 SMA dan kelas 1 SD, sedangkan yang tertua sudah berkeluarga.

“Kita sesama orang Bali. Manusia tak luput dari salah, namun tak sepantasnya karena dugaan mencuri ayam nyawa seseorang harus habis begitu saja,” tegas Sutama.

Ia kembali mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum.

Segala persoalan yang bersifat pidana wajib diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk diproses secara adil. 

Ia juga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran berharga agar tidak ada lagi perselisihan yang berujung pada saling mencelakai maupun menghilangkan nyawa sesama manusia.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
pencuri ayam tewas maling ayam Baturiti pengeroyokan desa sidatapa