Kasus Pencurian Ayam Berujung Kematian: Polres Tabanan Dalami Perkara, Proses Hukum Tetap Berjalan  

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 08:08 WIB
Ilustrasi, seorang pria tewas dihakimi warga karena kepergok mencuri ayam di Baturiti Tabanan.(Ai)
Ilustrasi, seorang pria tewas dihakimi warga karena kepergok mencuri ayam di Baturiti Tabanan.(Ai)

Radarbadung.jawapos.com – Kasus dugaan pencurian ayam jago aduan yang berujung tewasnya pelaku berinisial KD akibat amukan massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Jumat dini hari (24/7) pukul 01.00 Wita kini ditangani langsung oleh Polres Tabanan.

Semula perkara ditangani Polsek Baturiti, namun kemudian dilimpahkan ke tingkat resort untuk penyelidikan lebih mendalam.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani menyatakan, pihaknya saat ini terus fokus mengumpulkan seluruh alat bukti guna mengungkap kronologi peristiwa secara utuh.

Petugas telah melakukan penyisiran lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang bukti.

“Personel mendatangi lokasi dan mendapati terduga pelaku sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Iptu Wiwik, Sabtu (25/7).

Dari lokasi kejadian, polisi menyita satu ekor ayam milik pemilik kandang, serta tas milik pelaku yang berisi sebilah golok, tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai.

Sementara sepeda motor yang dikendarai pelaku tinggal menyisakan rangka besi setelah dibakar oleh massa.

Ia menegaskan proses hukum akan terus berjalan secara menyeluruh demi mewujudkan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam peristiwa tragis ini.

“Penanganan telah ditindaklanjuti dan masih dalam tahap penyelidikan menyeluruh. Kami terus mengumpulkan alat bukti agar penegakan hukum berjalan profesional, transparan, dan berkeadilan,” jelasnya.

Penyidik kini juga sedang menggali keterangan pemilik rumah serta saksi-saksi kunci guna merangkai urutan kejadian secara lengkap.

Identitas pelaku pun masih terus diupayakan pendalaman datanya.

Pihak kepolisian kembali menghimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil langkah sendiri yang melanggar aturan.

“Kami mengerti keresahan warga atas maraknya kasus kehilangan ternak. Namun, jangan pernah melakukan main hakim sendiri. Setiap dugaan tindak pidana harus diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum,” tegasnya.

Secara terpisah, Perbekel Desa Batunya, Baturiti, I Made Riasa, meminta warganya bersikap bijak dan menahan diri pasca insiden ini.

Ia berharap peristiwa serupa tidak pernah terulang kembali.

“Karena sudah terjadi, mari kita pastikan hal seperti ini tidak terulang. Segala persoalan hukum biar diserahkan kepada yang berwenang. Benar atau salah, itu akan terungkap lewat jalur hukum yang berlaku. Mari kita berpikir dengan kepala dingin,” pesan Riasa.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
pencuri ayam tewas maling ayam Baturiti pengeroyokan Polres Tabanan