Radarbadung.jawapos.com– Penyidikan kasus pengeroyokan yang berujung tewasnya KD tersangka dugaan pencurian ayam jago aduan terus diperdalam.
Penyidik kini tak hanya menelusuri peran lima orang yang sudah ditetapkan tersangka, tetapi juga mendalami siapa pihak yang memprovokasi massa sehingga terjadi aksi main hakim sendiri.
Hingga kini, lebih dari 20 orang telah dimintai keterangan guna merangkai utuh kronologi peristiwa, termasuk mengidentifikasi siapa yang pertama kali memicu kemarahan warga.
“Kami masih mendalami siapa provokatornya. Tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah jika ditemukan alat bukti yang cukup,” ujar sumber penyidikan kepada Radarbadung.jawapos.com, Senin (27/7).
Penyidik terus menelusuri rekaman kejadian, mencocokkan keterangan saksi, serta mendalami keterlibatan pihak lain yang diduga ikut melakukan kekerasan maupun menghasut massa.
Setiap orang yang terbukti berperan akan dimintai pertanggungjawaban pidana sesuai perannya masing-masing.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menegaskan penanganan dilakukan secara profesional oleh Polres Tabanan dengan dukungan Ditreskrimum Polda Bali.
Meski almarhum diduga sudah beberapa kali meresahkan warga lewat pencurian ternak, hal itu tidak bisa dijadikan alasan sah untuk menghakimi sendiri.
“Dugaan tindak pidana apa pun, penyelesaiannya diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun,” tegasnya.
Selain kasus pengeroyokan, penyidik juga menelusuri peristiwa pembakaran sepeda motor milik korban yang terjadi sesaat setelah kejadian.
Saksi kembali diperiksa dan alat bukti dikumpulkan untuk mengungkap pelaku serta motifnya.
Diketahui, peristiwa bermula saat KD tertangkap basah diduga mencuri ayam jago aduan milik I Wayan Adi Suteja (31). Kemarahan warga meledak hingga berujung pengeroyokan yang merenggut nyawa korban.
Kelima warga yang sudah ditetapkan tersangka berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND, yang diduga berperan aktif melakukan penganiayaan.
Polisi berjanji mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa secara objektif dan transparan.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung