ASN Pemkab Tabanan Lapor Dua Bulan ke Polres, Pelaku Belum Ditangkap
Radarbadung.jawapos.com— Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan berinisial IGN CEP, 26 tahun, menjadi korban penganiayaan brutal di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.
Kasus ini dilaporkan ke Polres Tabanan sejak 15 Juni 2026, namun hingga kini pelaku belum ditangkap.
Kejadian bermula saat korban pulang bertugas di acara Gong Gebyar Duta Tabanan di Art Center, sekitar pukul 01.40 WITA.
Saat melintasi depan Pura Puseh Desa Kukuh, sepeda motor yang dikendarai dua orang berjalan pelan di tengah jalan.
Korban yang mengemudikan mobil membunyikan klakson untuk mendahului.
Pelaku kemudian menepi, namun tak lama kemudian mengejar hingga mepet mobil korban dan memukul kaca mobil.
Saat korban berhenti dan membuka pintu, ia langsung diserang.
Kepala belakang dan hidungnya dipukul hingga berdarah, lalu diseret keluar mobil sehingga kakinya terluka terkena aspal dan pakaian robek.
Pelaku kembali memukul hingga tulang hidung korban patah.
“Engkan maksud ci ngebel?” tanya salah satu pelaku dengan nada emosi.
Korban menjawab hanya ingin mendahului untuk pulang, namun pelaku merasa tersinggung dan sempat menantang duel.
Korban kemudian menyebut dirinya bekerja di lingkungan Pemkab Tabanan, barulah pelaku pergi.
Korban yang berdarah-darah langsung menuju Polres Tabanan, namun disuruh berobat lebih dulu ke rumah sakit.
Ia telah menjalani satu kali operasi dan dijadwalkan operasi kedua karena hidung masih mampet akibat patah tulang.
Meski sudah beberapa kali dipanggil untuk dimintai keterangan, pelaku tak kunjung diamankan.
“Saya berharap polisi segera menangkap pelaku,” harap korban.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, saat dikonfirmasi meminta waktu untuk memberikan keterangan.
Sementara Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP I Made Teddy Satria Permana, menyatakan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung