Heboh! WN Inggris Tewas Dianiaya WN Australia di Tempat Hiburan Malam Kuta, Ini Kronologinya

Donny Tabelak • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:39 WIB
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., tiba di lokasi tempat hiburan malam di Kuta guna menyelidiki kasus pengeroyokan yang menewaskan warga negara Inggris, Paul Innes Dougan.(Istimewa)
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., tiba di lokasi tempat hiburan malam di Kuta guna menyelidiki kasus pengeroyokan yang menewaskan warga negara Inggris, Paul Innes Dougan.(Istimewa)

Kejadian di Kuta Dinihari 5 Agustus, Paul Innes Dougan Tewas — Empat Warga Australia Kabur Sehari Setelah Insiden

Radarbadung.jawapos.com— Kasus penganiayaan berat yang berujung kematian kembali menimpa warga negara asing di Bali.

Warga negara Inggris, Paul Innes Dougan, meninggal dunia setelah dirawat hampir dua pekan pasca-diduga dikeroyok di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Legian, Kuta, Badung.

Polresta Denpasar mengungkap adanya dugaan kekerasan yang dilakukan bersama-sama oleh empat warga negara Australia, yang kini dikabarkan telah meninggalkan Indonesia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula pada Rabu (5/8) lalu sekitar pukul 02.00 WITA di One Tribe One Life Lounge and Cafe, Kuta. 

Korban sempat kembali ke penginapannya di Gora Beach Inn sebelum akhirnya dijemput ambulans menuju RS Murni Teguh pada 8 Agustus.

Sehari kemudian, anak korban, Liam, memindahkan ayahnya ke RS BIMC untuk penanganan lebih lanjut.

Pada 19 Agustus, Liam mengunggah video kondisi ayahnya di Instagram hingga viral, lalu membuat laporan resmi ke Polsek Kuta.

Dari hasil penyelidikan awal, pemeriksaan saksi, dan rekaman CCTV, polisi mengarah pada dugaan keterlibatan empat pria berinisial RGG, PAM, JRM, dan TRZ.

"Keempatnya diketahui telah meninggalkan wilayah Indonesia pada 6 Agustus 2026, sehari setelah dugaan penganiayaan terjadi," ungkap Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Kasi Humas Polresta Denpasar, Jumat (21/8).

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., menegaskan pihaknya masih mendalami peran masing-masing, hubungan antar-pelaku, serta aktivitas sebelum dan sesudah insiden.

Penyebab kematian korban juga masih menjadi bagian penyidikan dan akan berkoordinasi dengan dokter forensik serta pihak rumah sakit.

"Kami akan mengungkap secara terang rangkaian peristiwa ini. Proses hukum dilakukan secara profesional dan sesuai peraturan perundang-undangan," tegasnya.

Polisi juga berkoordinasi dengan Konsulat serta Kedutaan Besar Australia.

Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan memberikan ruang bagi penyidik untuk menuntaskan perkara secara objektif berdasarkan alat bukti.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
One Tribe One Life Lounge and Cafe polresta denpasar WNA Inggris pengeroyokan WNA Australia