Radarbadung.jawapos.com — Aksi perusakan kantor Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli Unit Kintamani, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, pada Rabu (2/9) malam akhirnya terungkap.
Pelaku ternyata pelanggan sendiri, berinisial INNYW, 42, warga Banjar Dana Petapan, Desa Batur Utara yang kini menetap di Kerobokan, Badung.
Ia diamankan pada Minggu (6/9) setelah penyelidikan polisi.
Kejadian bermula Rabu (2/9) sekitar pukul 22.00.
Pelaku datang ke kantor PDAM, lalu membanting dua pot tanaman dan melemparnya ke kaca jendela hingga pecah.
Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa, menjelaskan motif pelaku adalah kekesalan karena segel meteran airnya tidak kunjung dibuka padahal ia sudah membayar biaya administrasi penyegelan.
"Pelaku melakukan perusakan tersebut karena merasa kesal atas keterlambatan pembukaan segel meteran air yang tidak kunjung dibuka setelah membayar biaya administrasi penyegelan," terang Kapolsek.
Kasus sempat misterius karena CCTV hanya terpasang di dalam ruangan, sehingga aksi pelemparan tidak terekam visual.
Namun suara pelaku terekam, yang bersama keterangan saksi memungkinkan polisi melacak identitasnya.
Tim Opsnal Polsek Kintamani akhirnya menemukan INNYW di rumahnya di Banjar Dana Petapan pada Minggu (6/9) pukul 13.00.
Saat diinterogasi, ia mengakui perbuatannya.
Barang bukti yang diamankan berupa dua pecahan batu yang digunakan untuk melempar kaca dan pecahan kaca jendela.
Pelaku kini dijerat Pasal 521 KUHP dan diamankan di Polsek Kintamani untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Unit PDAM Kintamani, Nengah Badra, mengaku tidak berada di tempat saat kejadian.
Peristiwa diketahui pekerja lapangan yang terbangun mendengar suara kaca pecah.
Saat itu terlihat dua orang tidak dikenal melarikan diri dengan sepeda motor.
Pihak PDAM pun melaporkan kasus ini ke polisi.
"Kami tidak memiliki kecurigaan terhadap seseorang. Selama ini tidak ada permasalahan dengan pelanggan maupun warga. Tetapi namanya tugas, tetap harus berkantor seperti biasa," ujar Badra. Kantor PDAM Unit Kintamani melayani 17 pegawai.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung