Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menjelaskan kronologi kejadian, Jumat (11/9).
Bermula saat Yohanes K (19) hendak ke kamar mandi, tanpa sengaja menyenggol seng hingga menimbulkan suara keras.
Petugas keamanan I Kadek Teguh R (22) menghampirinya.
Yohanes meminta maaf, namun petugas keamanan memanggil seluruh rekan Yohanes, membuat situasi memanas.
Adrianus W (24) terbangun mendengar keributan lalu mendatangi lokasi.
Ia membawa sebilah pisau dan melontarkan pernyataan yang dianggap menyinggung — menyatakan rekannya tidak pernah membuat masalah, justru orang luar yang memicu.
Ucapan itu menyulut amarah pekerja lain, keributan berubah menjadi pemukulan terhadap Yohanes dan rekan-rekannya.
Para korban akhirnya diamankan di pos keamanan dalam keadaan luka-luka.
Adrianus W: luka bibir, mata, pipi, tangan kanan, kaki kiri.
Rafael BB (22): luka alis, pinggul, lengan kiri, lebam kedua kaki.
Fransiskus RM (20): luka mata kiri, hidung, belakang kepala.
Yohanes K (19) & Stefanus RM (24): turut menjadi korban.
Laporan resmi dibuat di SPKT Polsek Kuta Selatan, Kamis sekitar pukul 21.30 Wita.
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk petugas keamanan I Kadek Teguh R.
Identitas terduga pelaku masih didalami. Para korban kini menjalani perawatan di RSUP Sanglah.
"Polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk peran masing-masing pihak dalam dugaan pengeroyokan tersebut," pungkasnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung