Pisau Hingga Potongan Besi Disita, AW Meninggal Dunia
Radarbadung.jawapos.com — Keributan di lingkungan tempat tinggal pekerja proyek pembangunan vila milik PT Tunas Jaya Sanur, Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, kini berujung kematian.
Sebanyak 13 orang telah diamankan kepolisian.
Salah satu korban, berinisial AW, 24 tahun, meninggal dunia pada Jumat (12/9) sekitar pukul 19.30 Wita.
Jenazah saat ini berada di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, dan pihak keluarga telah mengajukan permohonan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian secara medis.
Kasus ini ditangani langsung oleh tim gabungan Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan dan Unit Jatanras Polresta Denpasar, dipimpin Kasat Reskrim Kompol Agus Riwayanto Diputra bersama Kapolsek Kuta Selatan Kompol Muhammad Said Husen.
Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widhiarta turun meninjau lokasi pada Jumat (11/9).
Kronologi: Dari Teguran Hingga Kekerasan
Peristiwa bermula Minggu lalu (6/9) sekitar pukul 23.30 Wita.
Petugas keamanan I Kadek Teguh Rupadana mendengar suara pukulan pada dinding seng di area toilet.
Saat menegur salah seorang pekerja, terjadilah perselisihan yang memanas.
Tak lama kemudian, seorang pekerja turun dari lantai dua sambil membawa pisau dan menodongkannya kepada petugas keamanan.
Suasana memburuk dengan cepat, keributan melibatkan sejumlah pekerja.
Tiga orang mengalami luka-luka: AW, Rafael Buku Bani, 23, serta FRM, 30.
AW yang menderita luka di bibir, mata, pipi, tangan kanan, dan kaki kiri akhirnya meninggal dunia enam hari setelah peristiwa terjadi.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita benda-benda yang diduga digunakan: sebilah pisau, dua potongan besi, satu batako, satu ember, serta sepotong kayu.
Ketigabelas belas orang yang diamankan kini menjalani pemeriksaan mendalam untuk mengungkap peran masing-masing.
"Penyelidikan dan pemeriksaan masih dilakukan untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut serta menentukan peran masing-masing pihak," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Polisi juga telah meminta keterangan pihak manajemen PT Tunas Jaya Sanur.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung