Tutup Mendadak Tanpa Kabar, Divine Gems and Jewellery Bali Diduga Tipu Miliaran Rupiah

Donny Tabelak • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:02 WIB
Toko perhiasan Divine Gems and Jewellery di Pertokoan Duta Wijaya, Jalan Raya Puputan Nomor 8, Renon, Denpasar Selatan, mendadak tutup tanpa kejelasan bagi para nasabah maupun pelanggannya.(Istimewa)
Toko perhiasan Divine Gems and Jewellery di Pertokoan Duta Wijaya, Jalan Raya Puputan Nomor 8, Renon, Denpasar Selatan, mendadak tutup tanpa kejelasan bagi para nasabah maupun pelanggannya.(Istimewa)

PO Emas Tak Dikirim, Kerugian Diduga Capai Miliaran Rupiah

Radarbadung.jawapos.com — Keresahan melanda sejumlah warga Bali menyusul kabar dugaan penipuan yang melibatkan toko perhiasan Divine Gems and Jewellery.

Usaha yang berlokasi di Pertokoan Duta Wijaya, Jalan Raya Puputan Nomor 8, Renon, Denpasar Selatan, mendadak tutup tanpa kejelasan bagi para nasabah maupun pelanggannya.

Berdasarkan pemantauan lapangan pada Minggu (13/9), plang di depan ruko sempat mencantumkan keterangan toko sedang masa audit dan dijadwalkan buka pada hari itu.

Namun faktanya, toko tetap tertutup rapat. Nomor kontak admin dan layanan pelanggan hanya bercentang satu, tidak ada respons.

"Tokonya tutup dan tidak ada info apa-apa, jadi bingung mau tanya ke mana. Nomor CS dan adminnya centang satu," ungkap salah satu pelanggan yang membagikan keresahan di media sosial.

Tergiur Harga Miring & Promo Beli 5 Gratis 1

Kecemasan bermula dari program pre-order (PO) emas dengan iming-iming harga jauh di bawah pasaran.

Toko gencar beriklan di media sosial serta menggandeng sejumlah selebgram lokal Bali untuk promosi. 

Paket beli lima gratis satu juga menjadi daya tarik utama.

Sebagian pelanggan sempat merasa janggal sejak awal.

"Kok jual lebih murah dari Galeri 24 sekitar Rp200 ribu, terus iklan terus di IG? Tapi karena toko baru di Bali, ada cabang di luar Bali, dan selebgram juga endorse, jadi nekat PO November 2025," ungkap salah satu konsumen.

Alih-alih menerima barang, para pelanggan kini tak tahu ke mana harus menuntut.

Pesanan berkisar 25 gram hingga 50 gram emas Antam.

Kerugian diduga mencapai miliaran rupiah dan terus bertambah.

"Saya juga PO 25 gram, bagaimana ini? Dugaan kerugian sudah 6 miliar dan terus bertambah, mohon bantuannya agar kasus ini viral," tulis salah satu korban. 

"Saya juga PO 50 gram Antam," ungkap pelanggan lain.

Terkait Emasnow & Nellava, Cabang di Surabaya Juga Tutup

Situasi semakin pelik karena toko ini dikabarkan memiliki keterkaitan dengan entitas lain, yaitu Emasnow dan Nellava.

Keluhan serupa datang dari daerah lain; cabang di Surabaya juga ditemukan tutup.

"Di Surabaya katanya tutup, kami mau ambil PO juga terkendala. WA tidak dibalas. Mau lapor polisi tapi bingung kalau sendiri, apakah kuat," keluh pelanggan di Surabaya.

Korban lain yang pernah bertransaksi di Emasnow mengaku nyaris tertipu.

"Sempat ditahan pembayarannya, alasannya audit. Untung saya tunggu di toko sampai dibayar," ceritanya.

Warganet juga menyoroti ketidakwajaran skema tersebut sejak awal.

"Bisa jual Antam diskon 50 persen, tapi pengiriman enam bulan," sindir salah satu pengguna. 

Hingga kini, puluhan pelanggan masih mencari kejelasan. Kasus ini terus berkembang dan kerugian dipastikan terus bertambah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kuasa hukum dari Divine Gems and Jewellery.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
emas Divine Gems and Jewellery renon viral penipuan