CCTV Ungkap Detik-detik Tragis di Legian, Ayah Diduga Habisi Dua Anak, Lalu Mengakhiri Hidup

Andre Sulla • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 16:13 WIB
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy memaparkan perkembangan kasus di Bid Humas Polda Bali, Selasa (15/9) siang. (Istimewa)
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy memaparkan perkembangan kasus di Bid Humas Polda Bali, Selasa (15/9) siang. (Istimewa)  

Radarbadung.jawapos.com — Tabir peristiwa memilukan yang menewaskan tiga anggota keluarga warga negara Australia di Arca Bungalow, Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kuta, Badung, kian terkuak.

Rekaman CCTV menjadi petunjuk kunci yang mengungkap dugaan serangan terhadap dua anak sebelum ayahnya mengakhiri hidup.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., memaparkan perkembangan penyelidikan didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, Selasa (15/9).

Tiga korban yang ditemukan tak bernyawa pada Minggu (13/9) adalah SDJ (57), sang ayah, serta dua anaknya ADS (7) dan LKS (3).

Rekaman Tunjukkan Kronologi Kelam

Berdasarkan analisis rekaman CCTV dan keterangan saksi, polisi menduga SDJ terlebih dahulu melakukan kekerasan terhadap kedua anaknya.

"Terdengar suara anak laki-laki menjerit dari kamar. Tak lama kemudian, anak perempuan terlihat keluar, lalu dikejar, ditangkap, dan dibawa kembali masuk ke dalam kamar oleh ayahnya," beber Leonardo. 

Setelah kejadian itu, terlihat SDJ mengambil tali berwarna biru dari gudang.

Ia juga sempat memutar arah kamera pengawas ke bawah untuk menutup rekaman. 

Pemeriksaan luar jenazah menunjukkan tanda kekerasan di leher kedua anak.

Sementara pada tubuh SDJ, ditemukan indikasi yang menguatkan dugaan ia mengakhiri hidupnya sendiri. 

Retak Sejak 2022, Percobaan Sebelumnya Digagalkan 

Penyelidikan juga menelusuri latar belakang kehidupan rumah tangga.

Dari keterangan istri SDJ, hubungan keduanya mulai retak sejak 2022 dan kerap terjadi perselisihan.

Diketahui pula SDJ memiliki tingkat kecemasan yang sangat tinggi.

Sekitar sebulan sebelum peristiwa, ia diketahui pernah berupaya mengakhiri hidup, namun berhasil digagalkan istrinya.

SDJ tidak pernah menjalani pengobatan medis atas kondisinya.

Sang istri kemudian pulang ke kediaman orang tuanya di Jakarta pada 10 September 2026. Beberapa hari berselang, tragedi terjadi.

SP3 Akan Diterbitkan, Keluarga Tolak Otopsi

Karena pelaku utama telah meninggal dunia, Polresta Denpasar bersama Satreskrim akan mengajukan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Penanganan jenazah telah dikoordinasikan dengan Konsulat Australia dan diserahkan kepada pihak keluarga, yakni istri SDJ.

Pihak istri juga telah membuat surat pernyataan resmi menolak pelaksanaan otopsi menyeluruh.

Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kecukupan bukti yang sudah diperoleh, termasuk rekaman CCTV dan keterangan terkait kondisi pelaku.

"Seluruh proses penanganan perkara tetap dilakukan sesuai prosedur hukum dan berdasarkan bukti yang dikumpulkan," tegas Leonardo.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
wna ditemukan tewas legian kuta polresta denpasar WNA Australia kapolresta denpasar