Orang Tua Buruh Serabutan; Galang Dana Baru Terkumpul Rp 13 Juta
Radarbadung.jawapos.com— Nasib I Gede Slamet (21), korban pembakaran oleh majikannya sendiri, kian memprihatinkan.
Kini menjalani perawatan intensif di RS Ngoerah Denpasar, ia menunggu jadwal operasi yang tertunda karena keterbatasan biaya.
Perbekel Muncan I Wayan Tunas membenarkan kondisi keluarga korban yang sangat memprihatinkan.
Korban adalah tulang punggung keluarga — kini tak bisa bekerja.
Orang tua buta huruf, bekerja sebagai buruh serabutan pindah pasir dengan penghasilan tak menentu.
Adik korban juga putus sekolah. Mereka mempunyai rumah sederhana, satu pekarangan dihuni orang tua, kakek, nenek, dan adik.
Keluarga korban tercatat sebagai penerima PKH dan bansos.
Kebutuhan biaya:- 1 kali operasi: Rp 19–20 juta, total butuh 4–5 kali operasi → sekitar Rp 80–100 juta.
BPJS sulit menjamin karena luka bakar diduga akibat tindakan pidana.
Penggalangan dana warga baru terkumpul Rp 13 juta.
"Kami terus berupaya membantu, termasuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Namun kebutuhan masih sangat besar. Kami mohon uluran tangan masyarakat untuk Gede Slamet," tandas Tunas, Minggu (20/9) kemarin.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung