Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Lapor Pak! Potensi Industri Animasi di Bali Kian Besar, Bisa Jadi Creative Hub Internasional

Marsellus Nabunome Pampur • Senin, 22 Desember 2025 | 17:44 WIB
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Agustini Rahayu.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Agustini Rahayu.
 
Radarbadung.jawapos.com- Pulau Bali berpeluang menjadi international creative hub yang bisa menghubungkan para Intellectual Property (IP) dengan kebutuhan industri film animasi.
 
Hal ini disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Agustini Rahayu saat membuka langsung event Bali Animation Film Market 2025 (BAFM 2025) di Denpasar, Sabtu (20/12).
 
Event ini sendiri digelar oleh AMKA Animation yang berbasis di Denpasar dan didukung penuh oleh Kementrian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
 
”Karena Bali ini kita ingin jadi sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional, tak hanya dari bidang pariwisata tapi juga creatif hub. Karena Bali banyak sekali anak muda seni, animasi yang mendukung peluang ini," katanya kepada media.
 
Menurut dia, saat ini industri animasi di Bali dan Indonesia telah memiliki keberanian untuk membawa cerita lokal ke dunia yang lebih luas melalui animasi.
 
Hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan konten kreatif baik di pasar nasional maupun global.
 
Baca Juga: Otaki Kekerasan Pasangan Italia hingga Terlibat Peredaran Narkoba di Canggu, WNA Prancis Diciduk
 
Menurut dia, event Bali Animation Film Market 2025 (BAFM 2025) menjadi market dan forum industri yang mempertemukan kreator, studio, investor, serta talenta kreatif dalam satu ekosistem kolaboratif.
 
Dalam event yang mengusung tema Connecting IP Potential to the Animation and Film Industry Ecosystem itu, setidaknya ada 17 Intellectual Property (IP) mengambil kesempatan untuk membangun jejaring, mempresentasikan karya, membuka peluang kerja, serta menjalin kolaborasi produksi.
 
”BAFM 2025 kami pandang sebagai instrumen penting dalam mendorong nilai tambah ekonomi kreatif berbasis Intellectual Property nasional. Melalui forum dan market ini, potensi IP animasi Indonesia tidak hanya diperkenalkan, tetapi juga diarahkan untuk masuk ke rantai nilai industri, membuka peluang investasi, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan," terangnya.
 
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Direktur AMKA Animation, Herman Umbu Billy, menjelaskan BAFM 2025 lahir dari kebutuhan nyata industri kreatif Indonesia akan ruang temu yang mempertemukan karya, talenta, dan ekosistem industri secara berkelanjutan.
 
Menurut dia, Indonesia memiliki kekayaan cerita, talenta muda, dan potensi IP yang sangat besar.
 
Baca Juga: Bawa Sabu ke Buleleng, Pemuda dari Denpasar Divonis 8 Tahun Penjara
 
”Melalui BAFM, kami ingin memastikan potensi tersebut memiliki jalur yang jelas menuju industri, pasar, dan kolaborasi nyata, sekaligus menempatkan Bali sebagai hub penting dalam ekosistem film animasi nasional,” ujar Umbu Billy.
 
Sebagai penyelenggara, AMKA Animation mengambil peran sebagai inisiator dan penggerak ekosistem, dengan fokus pada pengembangan IP serta penguatan jejaring antara kreator, studio, investor, institusi pendidikan, komunitas, dan pemerintah.
 
Melalui BAFM 2025, AMKA Animation menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif nasional sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai hub ekosistem industri animasi Indonesia.
 
BAFM 2025 juga menjadi bagian dari upaya sinergi antara pelaku industri dan pemerintah dalam mendukung agenda pengembangan ekonomi kreatif, khususnya subsektor animasi dan film, yang memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi berbasis inovasi dan talenta muda.***
Editor : Donny Tabelak
#Industri Animasi #kementerian ekonomi kreatif #konten kreatif