Radarbadungjawapos.com-Ni Komang Dewantari, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, ditemukan meninggal.
Jasad perempuan 31 tahun tersebut ditemukan terdampar di pantai yang ada di Turki.
Suasana duka masih menyelimuti keluarga Ni Komang Dewantari.
Mendiang sudah menjalani prosesi kremasi yang dilakukan pihak keluarga pada Sabtu (10/1) lalu.
Acara kremasi digelar dua hari setelah jasad Dewantari diterima pihak keluarga.
Paman korban, I Wayan Guntur mengaku, pihak keluarga masih terpukul dengan kepergian keponakannya itu.
Namun meski begitu, pihak keluarga mencoba menerima cobaan tersebut dengan tabah.
”Dia punya dua anak. Masih di bangku SD,” katanya saat ditemui di rumah duka.
Dewantari sendiri baru bekerja sebagai terapis di Turki selama lima bulan.
Pihak keluarga dari sang suami sendiri tak mengetahui pasti kapan mendiang berangkat ke Turki.
Ketidaktahuan pihak keluarga lantaran, antara Dewantari dan sang suami I Gede Putra Mariasa sedang ada masalah.
”Sejak setahun ini, mendiang tinggal di rumah orang tua kandungnya. Jadi kami tidak tahu keberangkatannya,” tuturnya.
Sang suami baru mengetahui, mendiang Dewantari bekerja di Turki setelah melihat postingan di media sosial sekitar dua bulan lalu.
Meski sempat ada masalah, namun komunikasi antara keduanya terus terjalin.
Bahkan, dua hari tepatnya pada 22 Desember lalu, sebelum mendapat kabar ditemukan meninggal, Dewantari sempat berkomunikasi dengan sang suami.
”Ya mendiang bilang ke suaminya, tidak betah kerja di sana. Katanya ingin pulang, kangen sama kedua anaknya,” kata Guntur.
Ungkapan rindu dan keinginan untuk kembali berkumpul bersama keluarga itu menjadi pesan terakhir yang kini membekas di benak keluarga.
”Setelah komunikasi itu, nomornya tidak aktif. Sampai kami dapat kabar duka tanggal 25 Desember dari KBRI di Turki,” ungkapnya.
Usai ditemukan, jenazah Dewantari dibawa ke rumah sakit di Turki untuk menjalani pemeriksaan dan autopsi memastikan penyebab kematian.
Dari hasil pemeriksaan medis yang diterima keluarga, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
”Dalam surat keterangan rumah sakit disebutkan korban meninggal dunia karena tenggelam,” imbuhnya.
Jenazah korban akhirnya dipulangkan ke Bali dan tiba pada 8 Januari lalu.
Dua hari berselang, tepatnya Sabtu (10/1) lalu, jenazah Dewantari telah menjalani upacara kremasi disetra setempat.***