Surga Kendaraan Listrik di Negeri Tirai Bambu, Merek Lokal Paling Merajai
Radarbadung.jawapos.com– Bisa dibilang Tiongkok adalah surga bagi kendaraan listrik.
Selama berada di Beijing, sebagian besar kendaraan yang melintas di jalanan adalah mobil listrik.
Begitu pula di lingkungan kampus, kendaraan yang paling banyak digunakan juga berjenis listrik.
Hal ini langsung saya sadari saat pertama kali menginjakkan kaki di Beijing pada Senin, 11 Mei lalu.
Saat itu, seorang pemandu menjemput saya menggunakan mobil listrik. Saya tidak mengingat secara pasti merek kendaraannya, namun saya sangat yakin itu adalah mobil listrik.
Alasannya jelas: saat melaju, tidak terdengar suara mesin sama sekali.
Selain itu, bagian dasbor kendaraan dipenuhi layar panel LCD yang sangat lebar, menampilkan berbagai fitur canggih yang tersedia di dalamnya.
Selama di perjalanan, saya juga mengamati banyak sekali mobil listrik yang berlalu lalang.
Cara membedakannya cukup mudah, yakni dari plat nomor yang digunakan. Kendaraan listrik selalu menggunakan plat nomor dengan latar belakang berwarna hijau, sedangkan kendaraan berbahan bakar minyak menggunakan plat berwarna biru.
Saya pun mencatat berbagai merek kendaraan yang terlihat di sepanjang jalan.
Salah satu merek yang paling banyak ditemui adalah Build Your Dream atau yang lebih dikenal dengan singkatan BYD.
Selain itu, ada pula merek-merek lokal lainnya seperti Voyah, Aito, Wuling, Maple, hingga kendaraan buatan perusahaan asal Amerika Serikat, Tesla.
Bahkan saat berada di area parkir Universitas Rakyat Tiongkok, saya menemukan kendaraan bermerek Xiaomi.
Hal ini cukup menarik perhatian, mengingat di Indonesia nama Xiaomi lebih identik dengan produk barang elektronik seperti ponsel pintar dan perangkat televisi.
“Di Tiongkok juga ada mobil buatan Xiaomi. Merek ini memiliki banyak penggemar di sini,” ungkap Nancy, salah seorang pemandu yang mendampingi para jurnalis selama mengikuti program China International Press Communication Center (CIPCC) yang berpusat di Beijing.
Tidak mengherankan jika begitu banyak kendaraan listrik dengan merek lokal yang beredar.
Pasalnya, negara ini memiliki ekosistem industri kendaraan bermotor terbesar di dunia.
Khusus untuk kendaraan listrik saja, diperkirakan terdapat sekitar 14,01 juta unit yang digunakan oleh masyarakat.
Jumlah itu mencakup sekitar 60 persen dari seluruh populasi kendaraan listrik yang ada di seluruh dunia!
Bukan hanya kendaraan roda empat, kendaraan roda dua seperti skuter listrik juga sangat banyak ditemukan melintas di jalanan Beijing.
Tidak hanya digunakan untuk keperluan pribadi, penyedia jasa pengantaran barang dan makanan juga banyak menggunakan skuter listrik.
Pemerintah setempat bahkan telah menyediakan jalur khusus bagi para pengendara skuter listrik, yakni berada di lajur paling kanan atau lajur dengan kecepatan rendah.
Selain itu, para pengguna skuter listrik juga wajib mematuhi seluruh peraturan lalu lintas yang berlaku.
Salah satunya, jika ingin menyeberang jalan, mereka wajib melewati jalur penyeberangan dan mematuhi petunjuk lampu lalu lintas.
Khusus di lingkungan Universitas Rakyat Tiongkok, skuter listrik dilarang masuk ke dalam kawasan kampus.
Para mahasiswa yang datang menggunakan kendaraan tersebut harus memarkirkan kendaraannya di titik-titik yang telah disediakan di luar kawasan kampus.
Meskipun kendaraan listrik telah menjadi jenis kendaraan yang paling digemari, kendaraan berbahan bakar minyak juga masih banyak ditemukan beredar.
Sejauh pengamatan, sejumlah jenis angkutan umum seperti bus masih banyak yang menggunakan bahan bakar minyak, meski sebagian lainnya juga telah beralih menggunakan tenaga listrik.
Sementara untuk kendaraan pengangkut barang, sebagian besar masih menggunakan bahan bakar minyak.
Kendaraan pribadi yang masih menggunakan bahan bakar minyak juga ada, namun kebanyakan didominasi oleh kendaraan dengan merek-merek kelas atas.
Sebut saja seperti Mercedes Benz, BMW, dan Audi. Tidak sedikit juga yang menggunakan kendaraan merek asal Jepang seperti Toyota dan Honda.
Selain itu, ada satu merek kendaraan yang cukup menarik perhatian saya.
Merek tersebut menggunakan tulisan aksara Mandarin, sehingga saya sempat bertanya kepada pemandu untuk mengetahui identitasnya.
Ternyata, kendaraan tersebut diproduksi oleh perusahaan lokal bernama Honqi Automobile.
Meskipun merupakan produk buatan perusahaan dalam negeri, kendaraan merek ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pasalnya, kendaraan yang beredar di jalanan adalah jenis kendaraan kelas mewah.
Bahkan disebutkan bahwa Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menggunakan kendaraan buatan perusahaan ini sebagai mobil dinas kenegaraan.
Kendaraan keluaran pertama dari perusahaan ini bahkan juga dipajang dan dipamerkan di dalam Museum Partai Komunis Tiongkok.
Dari pengamatan dan pengalaman selama berada di Tiongkok, saya belajar bahwa negara ini telah berkembang sangat pesat dalam bidang industri otomotif.
Bahkan, produk-produk buatan perusahaan lokal mampu menguasai dan merajai pasar dalam negeri, bahkan berhasil melampaui popularitas merek-merek multinasional yang telah lebih dulu berkiprah di dunia otomotif.***
Editor : Donny Tabelak