Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Catatan Perjalanan Jurnalis Jawa Pos Radar Bali, Eka Prasetya di Tiongkok (9)

Eka Prasetya • Senin, 25 Mei 2026 | 12:19 WIB
Janelle Lorenzo, jurnalis asal Filipina peserta CIPCC mencoba layanan sepeda bike sharing di Renmin University of China. Layanan ini populer karena murah dan mudah diakses. (Foto Eka Prasetya)
Janelle Lorenzo, jurnalis asal Filipina peserta CIPCC mencoba layanan sepeda bike sharing di Renmin University of China. Layanan ini populer karena murah dan mudah diakses. (Foto Eka Prasetya)

Kampus di Beijing Tanpa Kendaraan Bermotor, Mahasiswa Pilih Jalan Kaki atau Sewa Sepeda Murah

Radarbadung.jawapos.com- Berada di Beijing, Tiongkok, membuat kebiasaan berjalan kaki saya yang dulunya malas saat di Bali, kini berubah total.

Hampir setiap hari langkah kaki saya tercatat lebih dari 10 ribu langkah, kecuali saat hujan turun dan saya memilih berdiam diri di kamar.

Selama mengikuti program China International Press Communication Center (CIPCC) dan tinggal di kawasan Renmin University of China, saya menyadari satu hal unik: kendaraan bermotor sangat jarang terlihat berkeliling di dalam area kampus.

Mobil hanya diizinkan masuk bagi mereka yang memiliki kepentingan khusus, seperti dosen, pejabat kampus, tamu undangan, atau kendaraan layanan taksi daring, dengan lahan parkir yang juga dibatasi jumlahnya.

Sementara bagi para mahasiswa, penggunaan skuter listrik di dalam kawasan kampus pun dilarang keras, dan kendaraan tersebut harus diparkir di lokasi khusus di sekitar asrama.

Hanya petugas keamanan kampus yang diizinkan menggunakannya, dan itu pun hanya untuk keperluan patroli.

Karena keterbatasan akses kendaraan bermotor, dua pilihan menjadi andalan seluruh warga kampus: berjalan kaki atau bersepeda.

Berjalan kaki tentu menjadi solusi paling hemat biaya sekaligus bermanfaat bagi kesehatan.

Jarak dari Gedung Mingde di ujung barat hingga Gedung Lide di ujung timur kampus yang berjarak sekitar 1 kilometer misalnya, bisa ditempuh dalam waktu 15 hingga 20 menit berjalan santai, atau hanya sekitar 10 hingga 12 menit dengan langkah cepat seperti yang biasa dilakukan warga setempat.

Bagi yang menginginkan perjalanan lebih cepat dan ringan, layanan penyewaan sepeda atau bike sharing menjadi pilihan utama.

Terdapat empat penyedia layanan yang beroperasi, dibedakan berdasarkan warna kendaraannya: Hello Bike dan Meituan Bike berwarna biru, DiDi Bike berwarna kuning, serta sepeda milik pengelola kampus yang berwarna merah.

Tiga jenis sepeda pertama bisa digunakan hingga ke luar kawasan kampus, sedangkan sepeda berwarna merah hanya diperuntukkan untuk beraktivitas di dalam lingkungan kampus saja.

Cara penggunaannya pun sangat mudah dan praktis.

Cukup membuka aplikasi pembayaran digital Alipay atau WeChat, memindai kode batang yang tertera di badan sepeda, maka kendaraan bisa langsung digunakan.

Tarifnya pun sangat terjangkau, hanya sekitar 1 Yuan atau setara Rp2.600 untuk pemakaian selama 30 menit.

Setelah selesai dipakai, sepeda cukup diletakkan di titik parkir yang sudah disediakan, dan transaksi selesai dengan sendirinya.

Ratusan unit sepeda tersebar di berbagai titik di dalam kampus.

Agar tidak berantakan dan mudah ditemukan, petugas dikerahkan setiap harinya untuk mengatur tata letak parkir dan memindahkan sepeda dari lokasi yang menumpuk ke tempat lain yang masih kosong, baik pada pagi maupun siang hari.

Layanan ini juga sudah dicoba oleh sejumlah rekan jurnalis dari negara lain yang turut serta dalam program yang sama.

Siti Zanariah bin Noor dari Kantor Berita Bernama, Malaysia, menjadi salah satu yang pertama mencobanya.

“Sangat menyenangkan, perjalanan ke Gedung Lide jadi tidak terasa lelah lagi,” ujarnya antusias.

Berbeda dengan rekan-rekan lainnya, saya sendiri justru lebih memilih untuk terus berjalan kaki.

Selain lebih bebas bergerak, saya juga menganggapnya sebagai cara paling tepat untuk menjaga kebugaran.

Siapa tahu, rutin berjalan kaki setiap hari bisa membuat berat badan saya berkurang, sehingga saat tiba waktunya kembali ke Bali nanti, saya bisa pulang dengan tubuh yang lebih ramping dan sehat.***

Editor : Donny Tabelak
#jurnalis #kampus #china #jawa pos radar bali