Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Catatan Perjalanan Jurnalis Jawa Pos Radar Bali, Eka Prasetya di Tiongkok (14)

Eka Prasetya • Selasa, 2 Juni 2026 | 06:54 WIB
Suasana di dalam glass house yang dikelola oleh Anhui Wada Modern Agricultural Technology. Lokasi ini memproduksi tomat dengan kualitas premium yang dikirim ke seantero Tiongkok. (Foto Eka Prasetya) 
Suasana di dalam glass house yang dikelola oleh Anhui Wada Modern Agricultural Technology. Lokasi ini memproduksi tomat dengan kualitas premium yang dikirim ke seantero Tiongkok. (Foto Eka Prasetya) 

Serba Organik, Berhasil Produksi Tomat Kualitas Premium

Radarbadung.jawapos.com- Jurnalis Jawa Pos Radar Bali, mendapat kesempatan mengikuti kegiatan China International Press Communication Center (CIPCC) yang berpusat di Beijing, Tiongkok.

Berikut catatan perjalanannya dari negeri tirai bambu.

Berkunjung ke Kota Fuyang di Provinsi Anhui, Tiongkok, para jurnalis peserta CIPCC diajak melihat dari dekat perkembangan agribisnis di kota tersebut.

Salah satu agribisnis yang melejit adalah Wada Tomato Valley atau Lembah Tomat Wada.

Lokasi ini dikelola oleh perusahaan bernama Anhui Wada Agricultural Technology. 

Berdiri sejak tahun 2004, lokasi agribisnis tersebut menjadi pusat produksi tomat dengan kualitas nomor satu di Tiongkok.

Produknya tersebar ke seantero negeri. Bahkan perusahaan kewalahan memenuhi kebutuhan domestik, di Tiongkok. 

Lahan pertanian mereka di Anhui memiliki luas 780 hektare.

Lahan tersebut mencakup zona penelitian dan pengembangan varietas, lokasi penanaman modern lewat green house, dan pusat industri. 

Bukan hanya menjadi agribisnis, perusahaan Anhui Wada juga sudah mengembangkan bisnis mereka dari agribisnis menjadi agriteknologi.

Dengan pendekatan teknologi, internet of things (IOT), dan manajemen, perusahaan menargetkan produksi bisa meningkat hingga tiga kali lipat pada tahun ini.

Saat kami para jurnalis Asia Pasifik berkunjung ke pusat pertanian mereka di Kota Fuyang, terlihat para peneliti tengah sibuk melakukan pengembangan varietas.

Mereka mencoba mencari varietas yang cocok sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Chairman Anhui Wada Modern Agricutural Technology, Lv Bin mengungkapkan, sejak berdiri pada 2014 pihaknya telah mengembangkan lebih dari 50 varietas tomat.

Namun hanya 30 varietas diantaranya yang diproduksi secara massal. 

Menurutnya pengembangan varietas itu dilakukan untuk mencari ukuran dan rasa terbaik.

Mengingat para konsumen memiliki kesukaan yang berbeda-beda. Contohnya konsumen di Shanghai dan Beijing tidak terlalu menyukai tomat dengan rasa manis, namun konsumen di Guangzhou justru lebih menyukai rasa manis.

“Sehingga kami mengembangkan varietas yang benar-benar berorientasi pada konsumen. Apabila sudah sesuai, baru tomat kami tanam secara masif,” ungkapnya.

Salah satu tomat yang paling diminati adalah tomat ceri berwarna hijau.

Patience Mawa jurnalis dari Vanuatu menyebut tomat tersebut sangat manis. 

“Rasanya manis dan segar. Ini adalah favorit saya,” kata Patience.

Hal serupa diungkapkan jurnalis Malaysia, Siti Zanariah Binti Nor Zin.

“Biasanya saya tidak suka makan tomat. Tapi untuk kali ini, saya akui tomat ini benar-benar sedap,” ujarnya.

Saat ini Anhui Wada Modern Agricultural Technology memiliki lebih dari 300 buah green house hanya di provinsi Anhui saja.

Sementara di seantero Tiongkok mereka memiliki lebih dari 2 ribu green house. Rata-rata setiap green house memiliki luas sekitar 12 ribu meter persegi atau setara dengan dua kali lipat luas lapangan sepakbola.

Menurut Lv Bin perusahaan sengaja mengembangkan tomat di dalam green house.

Alasannya dengan menanam di rumah kaca, maka pihaknya bisa menghasilkan produk yang lebih premium.

Ia mencontohkan, tomat yang ditanam di dalam rumah kaca lebih tahan, ketimbang tomat yang ditanam di ruang terbuka.

Tomat di rumah kaca tidak terpengaruh cuaca dan tidak terpengaruh dengan hama, khususnya lalat buah.

Penerapan biosekuritas yang ketat, membuat buah tetap tampil premium.

Saking diminati, Anhui Wada Modern Agricultural Technology harus mengirim buah mereka dari Provinsi Anhui ke pelosok negeri.

Agar produk tahan lama, mereka membuat boks pengiriman khusus yang lebih tebal. Boks tersebut dilengkapi juga dilengkapi aluminium foil.

“Rata-rata satu boks itu isinya 2,5 kilogram. Biasanya cukup untuk seminggu bagi satu keluarga di Tiongkok,” kata Lv Bin.

Untuk satu kemasan, rata-rata harganya mencapai 11 US dolar atau setara dengan Rp 187 ribu.

Namun upaya itu tidak cukup. Anhui Wada Modern Agricultural Technology masih kewalahan memenuhi permintaan para konsumen.

Mereka akhirnya membuka area perkebunan di luar provinsi Anhui untuk memenuhi permintaan pasar.

Khusus di Provinsi Anhui saja, perusahaan tersebut mempekerjakan lebih dari 100 orang petani.

Hingga akhir 2025 perusahaan telah memproduksi sekitar 13 ton buah tomat per hari.

Hanya dari Perkebunan di wilayah Anhui. Bila dihitung di seluruh area perkebunan di penjuru Tiongkok, perusahaan ini bisa menghasilkan buah tomat sebanyak 1 juta ton dalam setahun.

Namun produksi itu masih belum cukup. “Permintaan domestik masih sangat tinggi. Kami sedang mengembangkan teknologi. Harapannya dalam akhir tahun dari perkebunan di Anhui ini, produksi bisa meningkat antara 40 ton sampai 50 ton per hari,” kata Lv Bin.

Bagaimana dengan peluang ekspor? Lv mengaku hingga kini perusahaannya belum berpikir untuk mengembangkan pangsa pasar ke ranah ekspor.

Sebab perusahaan masih fokus pada pasar domestik yang terbuka lebar.

Meski begitu pihaknya tetap membuka peluang kerjasama dengan negara-negara lain, khususnya di kawasan ASEAN dan pasifik.

Alasannya cuaca di negara-negara tersebut cukup rumah untuk pengembangan tomat.

“Tentu Tiongkok dan negara-negara di ASEAN bisa bekerjasama. Misalnya kami menyediakan bibit dan standarisasi produksi, sedangkan petani di ASEAN menjadi mitra kami. Itu sangat mungkin dilakukan. Tentu kami akan mengikuti arah kebijakan pemerintah kami di Tiongkok,” tegasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#Tiongkok #jurnalis #organik #china #jawa pos radar bali