Dari Funan Anhui, Suku Cadang Kendaraan Diproduksi dan Diekspor ke Berbagai Negara
Radarbadung.jawapos.com- Kota Fuyang di Provinsi Anhui, Tiongkok, bukanlah kota besar maupun pusat pemerintahan provinsi.
Namun pemerintah daerahnya giat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama melalui pengembangan sektor industri manufaktur.
Pekan lalu, rombongan jurnalis peserta program China International Press Communication Center (CIPCC) dari berbagai negara di Asia Pasifik berkesempatan mengunjungi salah satu pusat industri tersebut.
Lokasinya berada di Kabupaten Funan, sekitar 45 menit perjalanan darat dari pusat Kota Fuyang.
Di kawasan ini berdiri dua perusahaan besar.
Pertama adalah pabrik perakitan kendaraan listrik milik BYD yang mempekerjakan lebih dari 1.000 tenaga kerja.
Perusahaan kedua adalah Anhui Aodehua Technology Co., Ltd. — produsen suku cadang kendaraan yang menjadi fokus kunjungan.
Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam pembuatan komponen kopling dan peredam kejut untuk berbagai jenis kendaraan, mulai dari kendaraan penumpang, kendaraan berat, alat pertanian, hingga kendaraan listrik.
Selain itu, mereka juga memproduksi beragam suku cadang lain sesuai permintaan pasar.
Sebelum berdiri di Anhui, perusahaan ini telah beroperasi sejak tahun 2002 di Provinsi Zhejiang dengan cakupan usaha yang lebih luas, mencakup peralatan industri otomotif, sistem pemanas ruangan, hingga instalasi perpipaan.
Seiring perkembangan usaha, pihak manajemen memutuskan untuk memindahkan sebagian lini produksi dan mengembangkan pabrik baru di Funan dengan nilai investasi mencapai sekitar 1,5 miliar yuan atau setara Rp3,9 triliun.
Di lokasi baru ini, perusahaan hanya memfokuskan produksinya pada komponen kendaraan.
“Pabrik di Funan ini baru mulai beroperasi pada Maret tahun ini. Oleh karena itu, penyerapan tenaga kerja belum terlalu banyak, baru sekitar 500 orang saat ini,” jelas Ling Zongshu, Manajer Anhui Aodehua Technology.
Hingga saat ini, perusahaan telah memproduksi lebih dari 7.000 cetakan komponen secara mandiri.
Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasok untuk pasar dalam negeri, tetapi juga diekspor ke berbagai wilayah, seperti Asia Tenggara, Rusia, Afrika, dan Eropa.
Ling menambahkan, perusahaan melayani permintaan suku cadang untuk kendaraan buatan dalam negeri, merek asal Jepang, hingga pabrikan Eropa.
Untuk menjaga kualitas, setiap produk melalui tahapan pengembangan yang ketat: mulai dari pembuatan contoh awal, pengujian daya tahan dan kinerja, hingga verifikasi mutu sebelum diproduksi secara massal.
Saat berkeliling pabrik, terlihat para pekerja di bagian penelitian dan pengembangan sedang sibuk melakukan uji coba.
Di ruang produksi lain, sejumlah karyawan sedang merakit komponen kopling yang bobotnya bisa mencapai 5 kilogram per satu set, bahkan lebih berat lagi untuk kebutuhan kendaraan berat dan pertanian.
Proses perakitan dan pengepakan berjalan teratur dan cepat, dikerjakan oleh tenaga kerja pria maupun wanita.
Perusahaan ini menargetkan memproduksi sekitar 1,15 juta set komponen kendaraan setiap tahunnya.
Jika target tercapai, pendapatan yang diharapkan bisa mencapai sekitar 1 miliar yuan per tahun, sekaligus membuka kesempatan kerja bagi lebih banyak warga lokal.
Mengingat usia operasionalnya yang baru beberapa bulan, Ling mengakui kontribusi perusahaan terhadap perekonomian daerah masih terbatas.
Namun ia sangat optimistis dengan prospek bisnisnya, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kendaraan listrik yang menjadi tren dunia saat ini.
“Pasar kendaraan listrik terus berkembang di seluruh dunia. Kami yakin produk kami dapat bersaing, sehingga ke depannya perusahaan bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian daerah dan negara,” tutup Ling.***
Editor : Donny Tabelak