Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Selain Kopi, Ini Dia 4 Makanan Khas Daratan Tinggi Gayo yang Wajib Dicoba

Rizki Maulizar • Kamis, 2 Oktober 2025 | 22:05 WIB

 

Pengat merupakan olahan berbahan ikan. Makanan ini biasanya menggunakan ikan mujair, bawal, atau ikan depik (teri gayo). Cita rasanya asam karena menggunakan asam sunti dan jeruk nipis.
Pengat merupakan olahan berbahan ikan. Makanan ini biasanya menggunakan ikan mujair, bawal, atau ikan depik (teri gayo). Cita rasanya asam karena menggunakan asam sunti dan jeruk nipis.
 
Radarbadung.jawapos.com- Jika mendengar kata Gayo, yang terlintas pertama kali pasti tentang kopi arabika yang telah mendunia.
 
Suku Gayo yang mendiami Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah dan Aceh Tenggara ini memang dikenal sebagai sentra kopi berkualitas. 
 
Tak sekadar kopi, ternyata banyak pula sajian khas Gayo yang gak kalah menggugah selera dan menarik untuk dicoba. Apa saja itu, mari simak.
 
Baca Juga: Beh, Ternyata Banyak Wisatawan Asing di Karangasem yang Tinggal di Kos- kosan
 
MASAM JING
Masam jing atau asam pedas jika diartikan ke bahasa Indonesia tak jauh berbeda dengan pengat, yakni, olahan ikan yang dimasak dengan bumbu dapur yang dihaluskan hingga menghasilkan kuah berwarna kuning yang kental. 
 
Selain ikan, telur bebek juga menjadi salah satu bahan yang biasa diolah menjadi masam jing oleh Suku Gayo. 
 
Cita rasanya hampir sama dengan pengat, asam dari asam sunti dan pedas dari andaliman serta cabe.
 
CECAH AGUR
Menu ini biasanya ada sebagai pelengkap pada sajian Masam Jing. Makan tanpa tambahan sambal kurang nikmat bagi kebanyakan orang. 
 
Suku Gayo pun punya sajian sambal yang gak kalah menggoda dan layak kamu coba, yakni cecah agur. 
 
Baca Juga: Udang Beku Terkontaminasi Radiasi, Cikande Ditetapkan Sebagai Zona Bahaya
 
Seperti sambal pada umumnya, cecah agur ini perpaduan antara cabe rawit, terasi, garam, dan bawang merah. 
 
Yang membuat beda, ada tambahan terong belanda yang diiris tipis-tipis setelah dibuang kulitnya. 
 
Sebelum disajikan, semua bahan pada sambal khas Gayo ini diulek hingga halus.
 
GUTEL
Bahan yang digunakan untuk membuat gutel tak jauh berbeda dengan lepat dan sama-sama bercitarasa manis. 
 
Hanya saja, pisang dan gula putih menjadi bahan tambahan dalam pembuatan kudapan yang cocok dihidangkan sambil meminum secangkir kopi arabika Gayo. 
 
Ciri khas gutel ada pada media pembungkusnya yakn menggunakan daun pandan yang hanya menutupi bagian tengahnya saja.
 
Baca Juga: Petugas PDAM di Karangasem Curang, Catat Meteran Asal- asalan hingga Tagihan Membengkak
 
PENGAT
Pengat merupakan olahan berbahan ikan. Makanan ini biasanya menggunakan ikan mujair, bawal, atau ikan depik (teri gayo). Cita rasanya asam karena menggunakan asam sunti dan jeruk nipis. 
 
Pengat juga bisa dibilang makanan kaya akan rempah. Karena hampir semua jenis bumbu dapur dimasukkan dalam olahan satu ini.
 
Tak lupa pula tambahkan andaliman dan irisan kecombrang yang akan membuat cita rasanya makin khas.
 
Di tengah masakan modern mendominasi khas daerah, hidangan khas Gayo di atas masih tetap lestari sampai sekarang dan selalu menjadi menu andalan. 
 
Nah, itulah tadi beberapa makanan khas Gayo yang dikenal sangat menggugah selera. Kira-kira, makanan mana yang ingin Anda coba?***
Anak-anak Panti Asuhan Omah Katresnan sedang melukis tote bag dengan konsep bebas sesuai kreativitas dengan dibimbing oleh para relawan
Anak-anak Panti Asuhan Omah Katresnan sedang melukis tote bag dengan konsep bebas sesuai kreativitas dengan dibimbing oleh para relawan
Editor : Donny Tabelak
#ikan mujair #Gayo #kopi arabika #dataran tinggi #aceh