Radarbadung.jawapos.com- Lawar, kuliner tradisional khas Bali yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Pulau Dewata, menjadi fokus acara khusus dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Denpasar ke-238.
Sebanyak 20 tim dari berbagai wilayah kota Denpasar bertanding dalam lomba pembuatan lawar di kawasan kuliner Taman Kota Lumintang pada Jumat lalu (27/2), dengan tujuan utama melestarikan tradisi yang telah ada selama berabad-abad.
Setiap peserta menunjukkan kedalaman pemahaman tentang proses pembuatan lawar yang sesuai dengan kaidah tradisional – mulai dari pemilihan bahan baku seperti daging sapi atau babi, parutan kelapa muda, serta campuran bumbu khas Bali yang dibuat secara manual.
Para peserta juga memperlihatkan kreativitas dalam mempertahankan cita rasa asli sambil menghadirkan sentuhan baru, tanpa mengurangi nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Parade Lawar se-Kota Denpasar yang mengiringi lomba semakin memperkuat makna acara sebagai bentuk penghormatan pada warisan leluhur.
Sekaa Teruna Teruni (STT) dari setiap daerah turut memamerkan variasi lawar khas wilayahnya, yang mencerminkan kekayaan keragaman budaya di Bali.
"Lawar bukan hanya sekadar makanan, melainkan bagian dari cerita dan tradisi Bali yang harus kita jaga untuk generasi mendatang," ujar salah satu anggota dewan juri.
Penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek penting yang erat kaitannya dengan pelestarian tradisi: keaslian rasa khas lawar Bali, ketepatan teknik pengolahan tradisional, kebersihan sesuai standar budaya, dan penyajian yang menghormati nilai-nilai lokal.
Suasana acara dipenuhi antusiasme masyarakat yang datang tidak hanya untuk menyaksikan, tetapi juga untuk belajar langsung tentang proses pembuatan lawar dari para peserta muda.
Pemerintah Kota Denpasar berharap kegiatan ini dapat menjadi tonggak dalam upaya menjaga eksistensi lawar sebagai kuliner tradisional, sekaligus menggerakkan generasi muda untuk terus melestarikan budaya Bali di tengah perkembangan zaman.***
Editor : Donny Tabelak