Radarbadung.jawapos.com– Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII baru berjalan selama 11 hari, namun transaksi penjualan yang tercatat sudah mencapai angka Rp1,8 miliar.
Sektor kuliner menjadi penyumbang terbesar dalam perputaran ekonomi selama acara berlangsung, melampaui penjualan dari sektor kerajinan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, menyampaikan data tersebut per Rabu (23/6).
Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa PKB tidak hanya berperan sebagai ajang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
“PKB membawa dampak yang luas. Selain memajukan seni budaya, perputaran ekonomi juga berjalan pesat dan dirasakan langsung oleh pelaku UMKM,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (24/6).
Pemerintah Provinsi Bali memfasilitasi secara cuma-cuma tempat berjualan bagi 72 pelaku UMKM kuliner yang terbagi dalam dua gelombang keikutsertaan.
Pembagian ini dilakukan agar manfaat acara dapat dirasakan secara merata oleh seluruh peserta.
Sebelum mengisi stan, seluruh pelaku usaha telah melalui proses penyaringan. Tujuannya agar ragam makanan yang ditawarkan beragam, mulai dari hidangan utama, minuman, jajanan tradisional, hingga olahan berbahan baku lokal.
“Kami sangat mengutamakan makanan khas masing-masing kabupaten dan kota se-Bali,” tegasnya.
Selain memastikan variasi menu, pemerintah juga menjamin kebersihan, keamanan pangan, serta kewajaran harga jual.
“Jika ada yang ingin memastikan harga, bisa melihat daftar menu yang sudah dipasang. Penyelenggaraannya terjaga kebersihannya, baik cara penyajian, pengelolaan sampah, hingga bebas dari pungutan liar,” jelas Tri Arya.
Sebagai perbandingan, pada penyelenggaraan tahun lalu, total omzet kuliner selama sebulan penuh mencapai sekitar Rp5 miliar.
Untuk tahun ini, pihak penyelenggara menargetkan angka tersebut dapat terlampaui.
“Kami tetap optimis. Sekalipun nanti belum melampaui target, para pelaku usaha tetap diuntungkan karena mereka tidak mengeluarkan biaya sewa tempat sama sekali — semuanya difasilitasi pemerintah,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak