Radarbadung.jawapos.com– Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi di wilayah Badung.
Seorang pelajar berinisial FSW (13 tahun) menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Jalan Uluwatu Gang Gigit Sari, Jimbaran.
Peristiwa berlangsung pada Kamis malam lalu (18/6) sekitar pukul 22.30 WITA.
Ironisnya, korban diduga diajak atau dipancing oleh sekitar lima orang menuju lokasi yang sepi dan minim aktivitas.
Sesampainya di tempat tersebut, korban sempat ditanya terkait sikap atau perbuatannya.
Namun suasana mendadak memanas dan berujung pada tindakan kekerasan.
Tanpa peringatan, sekitar tiga orang dari rombongan itu langsung menghantam korban dengan pukulan bertubi-tubi menggunakan tangan kosong, yang sebagian besar menyasar bagian wajah dan kepala.
Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka yang cukup mengkhawatirkan.
“Bibir bagian atas dan bawah pecah hingga mengeluarkan darah. Selain itu, kedua pipi terasa nyeri, disertai rasa sakit di belakang kepala dan kepala terasa pusing terus-menerus,” jelas keterangan dalam laporan polisi.
Keesokan harinya, tepatnya pada Jumat (19/6) sekitar pukul 13.15 WITA, ibu korban bernama Mayasari (33 tahun) yang beralamat asal Sragen, Jawa Tengah, melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Denpasar.
Laporan tercatat dengan nomor LP/B/359/VI/2026/SPKT/Polresta Denpasar/Polda Bali.
Pihak kepolisian telah menerbitkan Surat Tanda Penerimaan Laporan dan surat perintah pemeriksaan kesehatan atau visum et repertum untuk mendukung proses hukum.
Hingga saat ini, identitas dan keberadaan para pelaku masih dalam tahap penyelidikan.
Keluarga korban berharap aparat bergerak cepat untuk menangkap pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kami berharap polisi segera mengungkap kasus ini dan membawa mereka ke jalur hukum,” ujar kerabat keluarga yang dipanggil Agus pada Selasa (23/6).
Kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak dan remaja, terutama aktivitasnya di luar rumah pada malam hari.
Pihak kepolisian juga mengimbau warga yang mengetahui informasi terkait keberadaan para pelaku agar segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, menyatakan belum menerima rincian lengkap mengenai kasus tersebut.
“Saya cek dulu perkembangannya,” ucapnya singkat.***
Editor : Donny Tabelak